5 Proses Digital Marketing Yang PRODUKTIF

Banyak pebisnis tertarik untuk melakukan strategy marketing secara digital. Karena lebih menghasilkan dibanding dengan marketing konvensional. Permasalahanya adalah pemahaman akan pengetahuan digital marketing yang perlu ditingkatkan. Namun sayangnya tidak banyak sumber pengetahuan digital bisnis yang benar dan mencukupi. Kebanyakan blog ataupun training memberikan pengetahuan bagaimana beriklan di media digital: social media, search engine dan media-media digital yang lain.

Sehingga menimbulkan persepsi bahwa digital marketing adalah iklan di media digital. Padahal yang benar, beriklan dengan digital hanyaah salah satu langkah awal dari digital marketing. Karena pemahaman yang kurang tepat ini maka banyak terjadi kegagalan digital marketing. Uang banyak keluar untuk biaya iklan, namun hanya menghasilkan sedikit. Akhirnya tidak produktif berakibat bangkrut dan tutupnya bisnis.

Digital Marketing Tidak Hanya Beriklan

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu teman lama yang sebelumnya sudah sering ikut pelatihan internet/digital marketing. Dia bercerita, setelah menerapkan apa yang didapat dari pelatihan hasilnya tidak sesuai harapan. Banyak uang habis untuk beriklan yang kurang produktif. Akhirnya teman saya ini trauma dengan pelatihan dan training-training digital. Menurutnya kawan-kawan sepelatihannya juga banyak yang kecewa.

Kemudian saya bertanya, apa saja yang dipelajari selama pelatihan? Menurutnya adalah bagaimana cara memasang iklan di media-media social seperti Facebook, Instagram, Twitter, Pinterest dan lain-lainya. Juga bagaimana memasang iklan dengan Google adwords kemudian  website dan artikel dipasangin adsense sehingga bisa menghasilkan. Memang menghasilkan, lanjutnya, tapi masih jauh dibanding biaya iklan maupun adwords nya. Dia bertanya kenapa ya? Apa yang kurang?

Kemudian saya menjelaskan bahwa proses digital marketing itu ada 5, pertama adalah leads awareness. Yaitu dengan memasang iklan. Tujuannya agar calon pembeli aware produk atau brand Anda. Namun Anda tidak bisa mengharapkan banyak pembelian dari sini, masih ada 4 proses lagi sampai pada pembelian massive dan continyu. Karena statistiknya, dengan iklan saja hanya 1-2% dari pemirsa iklan ini yang beli.

Kemudian saya bertanya, “Saat di internet atau social media, i saat melihat iklan pertama kali, kamu langsung beli?”… hmmmm enggak… jawabnya. Nah demikian juga orang yang melhat iklanmu setelah ngeklik link yang kamu iklankan. Kamu sudah bayar pay per click kan? Iya, jawabnya. Namun tidak langsung dapat pembeli, sautnya. Ohhh gitu ya……ok…ok masuk akal. Terus-terus yang 4 lagi apa dong? Lanjutnya penasaran.

5 Proses Digital Marketing

Seperti yang saya ceritakan di atas, langkah pertamanya adalah:

  1. Leads Awareness
  2. Lead Acquisition
  3. Lead Activation
  4. Lead Retention
  5. Lead Revenue

Mari kita pelajari satu persatu, apa yang harus Anda lakukan disetiap proses tersebut.

1. Lead Awareness

Pada tahap ini Anda bisa menggunakan beberapa Teknik untuk membuat produk atau brand Anda mulai dikenal oleh calon pembeli Anda. Membuat mereka aware akan siapa Anda, dan apa yang Anda tawarkan. Teknik yang biasa dilakukan adalah beriklan seperti cerita di bagian atas.

Media iklan ada banyak sekali, Anda harus sesuaikan dengan target leads Anda beserta budget yang Anda rencanakan. Anda bisa memilih berbagai media social: Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, Pinterest dan lain-lain.

Selain media iklan, Anda bisa menggunakan google adwords, namun Anda harus memiliki website atau blog yang bisa Anda iklan kan di halaman pencari google. Jika ada orang yang searching di google dengan kata kunci Anda maka website Anda akan muncul di halaman google.

Teknik Leads awareness yang lain adalah membuat website atau blogs dan mengisi dengan konten artikel-artikel educational yang bermanfaat bagi calon pembeli Anda. Sehingga mereka akan mengunjungi web site Anda dan mulai mengenal Anda.

Cara untuk membuat content yang berbobot dan menarik silakan klik di sini.

Untuk meningkatkan trafik tanpa iklan, klik di sini.

2. Lead Acquisition

Tahap ini berarti data mengenai calon pembeli Anda ketahui dan masuk dalam database Anda. Data yang minimal yang harus Anda ketahui adalah alamat email mereka. Sehingga Anda bisa menjalin komunikasi dengan calon pelanggan Anda untuk tujuan promosi dan menghasilkan penjualan. Atau sesuai dengan maksud dan tujuan Anda.

Caranya, Anda harus membuat website kemudian Anda membuat salah satu laman website difungsikan mengcapture database pelanggan Anda. Ini sering disebut landing page, atau lead page. Bagaimana cara supaya mereka mau nmengisikan data mereka di laman lead capture Anda?

Anda harus memberikan sesuatu sebagai imbalanya, trade off. Bertukar alamat/data mereka dengan sesuatu yang bermanfaat bagi meraka. Sehingga mereka rela memberikan data mereka kepada Anda.

Ada 17 cara untuk tahap ini, akan dibahas di laman Gold membership area.

3. Lead Activation

Apakah setelah Anda memiliki database calon pelanggan maka pembelian akan langsung meningkat? Dari statistic yang saya ketahui ternyata tidak. Rata-rata hanya sekitar 2% calon pelanggan tersebut yang aktif. 98% pasif. Bagaimana cara membuat mereka aktif? Kemudian mau melakukan apa yang Anda ingin mereka lakukan, misalnya pembelian?

Ada beberapa Teknik yang bisa Anda lakukan untuk mengaktifkan calon pelanggan mereka, salah satunya adalah dengan email marketing secara konsisten. Tingkat keberhasilan email marketing ini tinggi, bisa mencapai 122% ROI. Ini adalah 4 kali lipat dari keberhasilan dari teknik lain.

Untuk itu Anda harus memiliki email yang banyak. Yang Anda bisa kirimkan berkala kepada calon pelanggan Anda. Tentunya email-email yang menarik perhatian dan bermanfaat. Ada Teknik khusus mengenai menulis dan mengirimkan email marketing ini, biasa disebut email series. Email yang ber seri.

Anda sangat direkomendasikan mempelajari Copywriting untuk menulis email marketing yang baik, juga artikel-artikel sebagai konten website Anda.

Twitter pernah mengalami members nya pasif, sehingga 2-3 tahun yang lalu sempat mau tutup atau dijual. Seperti apa yang dialami dan dilakukan twitter sehingga berhasil keluar dari permasalahan ini? Dan sekarang berhasil menjadi salah satu top sosial media? Akan kami sajikan dalam Gold membership area.

4. Lead Retention

Menurut pendapat seoarng pakar bisnis, Peter Drucker yang mengemukakan bahwa tujuan bisnis adalah untuk menciptakan dan mempertahankan customer. Untuk itu diperlukan teknik untuk me-retain, mempertahankan customer juga calon customer dalam keaktifan mereka mengunjungi website Anda.

Meningkatkan retention rate 5% akan meningkatkan profits antara 25-95%! Bagaimana cara memiliki system untuk meretain customer Anda. Ada 3 phase meretain customer atau calon customer Anda.

Pertama, Initial phase. Adalah phase kritis dimana new user Anda teryakinkan untuk tetap menggunakan atau membeli produk atau servis. Atau menjadi pasif atau keluar setelah 1 atau 2 kali kunjungan.

Lamanya waktu initial phase ini tergantung dari bisnis, product dan servis. Anda harus mengukurnya dengan analitik tool.

Sebagai contoh, Pinterest yang mengolah dan menganalisis data usernya dan mendapatkan hasil kesimpulan: Jika user baru tidak kembali mengunjungi websitenya paling tidak 3 kali dalam 2 minggu pertama setelah sign up, kemungkikan besar mereka akan left website atau tidak menggukan aplikasi Pinterest.

Ini berarti harus ada team yang membuat new user aktif memakai minimal 3 kali dalam 2 minggu pertama mereka.

Kedua, Medium phase. Disebut juga habitual phase. Phase ini akan banyak Anda temui pudarnya minat customer atau calon customer pada produk-produk baru, atau pada produk lama yang dibaharui. Diperlukan tim dan ide yang innovative supaya user menggunakan produk Anda atau mengunjungi web Anda menjadi kebiasaan. Sehingga Anda tidak kesulitan dan mendorong-dorong mereka untuk menggunakan atau mengunjungi website Anda.

Sebagai contoh adalah para pelanggan atau pembeli Amazon, para pembeli Amazon sering akan mencari di website Amazon lebih dahulu mengenai apapun yang mereka cari atau butuhkan. Tidak diperlukan banyak usaha untuk mendorong-dorong mereka melakukan itu. Sehingga Amazon sangat efisien dan produktifitas tinggi.

Pada artikel selanjutnya kami akan bahas lebih detail, bagaimana cara secara psikologis membentuk kebiasaan user dari phase initial ke phase habitual/kebiasaan ini. Seperti yang dilakukan Amazon dan Snapchat. Sehingga Anda dan tim Anda memahami teknik-teknik meretain, dan menerapkannya pada Bisnis Anda.

Ketiga, Longterm retention. Ini adalah phase dimana Anda dan tim memastikan bahwa customer Anda mendapatkan nilai tambah lebih dan lebih lagi. Bagaimana produk Anda terus menawarkan nilai tambah lebih dari pada produk lain. Anda harus berekperimen dan mengukur peningkatan produk, dengan penambahan fitur-fitur pada produk lama Anda dan atau produk baru dengan fitur-fitur baru.

Point penting pada phase ini adalah terus menerus memperbaharui persepsi customer akan “must have product” dengan mengedepankan nilai tambah yang customer demanded.

5. Lead Revenue

Ini disebut juga lead monetization. Setelah Anda memeiliki data base calon pelanggan Anda. Yang harus Anda lakukan adalah memahami behavior mereka. SEhinggan Anda akan dengan tepat memenuhi demand mereka. Tanyakan kepada calon customer Anda benefits apa yang mereka inginkan dari Anda dan produk Anda.

Amazon menjadi sangat besar karena mempelajari dan memahami kebutuhan dan demand calon pelangganya. Untuk itu, dulu pada awalnya Amazon rela rugi 1-2 usd per pembelian buku. mereka mau invest, cost of understanding leads behavior untuk kemudian memberikan layanan dan produk yang memuaskan pelanggan mereka. Sampai saat ini Amazon mendapatkan revenue besar dari repeat order karena menerapkan strategy ini.

Salah satu yang dilakukan Amazon dari memahami leads behavior adalah menambah dan memperjelas kategori produk-produknya, hasilnya tidak hanya repeat order namun new order juga meningkat significant.

Mirip dengan itu, Facebook menjadi besar dan semakin besar karena belajar dan berusaha memahami behavior members mereka, apa yang Facebook lakukan? Mereka selalu memperkenalkan fitur-fitur baru yang memberikan benefits nyata pagi membersnya. Hasilnya? Meskipub tidak gratis alias berbayar, banyak membernya yang mau beli dan membayar fitur-fitur ini.

Sehingga revenue Facebook meningkat terus.

Untuk dapat memahami behavior calon pelanggan maupun pelanggan Anda harus memiliki beberapa teknik mengolah data dengan algotithma khusus disesuaikan dengan produk dan bisnis Anda. Salah satu yang cukup sering dipakai adalah Teknik Jaccard index. Seperti apa detailnya Teknik ini? Kami akan membahasnya lebih mendalam di Gold member area.

Konsistensi, Kunci Utama Kesuksesan

Hal lain yang harus Anda lakukan dalam proses monetizing ini adalah pricing dan penerapkan 6 cara memengaruhi orang agar melakukan apa yang Anda inginkan. Yaitu Reciprocity, Commitment dan Consistency, Social Proof, Authority, Liking, dan Scarcity.

Dengan memahami dan menerapkan ke 5 proses digital marketing di atas dengan benar dan konsisten banyak pebisnis dan blogger sukses menjalakan bisnisnya. Bahkan mereka bisa meningkatkan revenue dengan significant. Berubah lumayan cepat menghasilkan banyak revenue dan profit.

Jika Anda ingin mendapatkan perubahan dalam bisnis Anda, menaikan profit dari website ataupun blog Anda. Maka Anda harus merubah Teknik dan strategi Anda. Kita tidak bisa mengharapkan hasil yang berbeda dengan melakukan hal-hal yang sama.

Kini saatnya Anda mengambil keputusan, lakukan cara baru ini untuk mendapatkan dan meningkatkan hasil. Dapatkan hasil baru!

Salam Sukses dan Damai Selalu.
Diboze.com

GRATIS! Ebook 19 Judul Traffic Booster TANPA Iklan!

YA, Bonus ini milik Anda... Beritahu kami kemana mengirimkannya!

Anda luar biasa. Silakan cek INBOX Anda untuk mendownload ebook gratis ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*