Bagaimana Memilih Bisnis, Produk atau Servis Agar Berbeda dan Long Lasting

by

Apakah Anda sering mendengar banyak bisnis berhenti ditengah jalan? Kira-kira apa saja sebabnya ya? Dan mengapa bisa terjadi? Berikut alasan dan solusinya.

Memiliki bisnis dengan produk yang bisa sukses dan bertahan lama adalah ideal dan menyenangkan. Hampir setiap pebisnis mendambakna ini terjadi dalam kehidupan bisnisnya.

Meskipun sudah bisa memulai bisnis, namun banyak orang ragu apakah pilihan bisnis atau produknya tepat.

Apakah bisnisnya mirip bahkan sama dengan mayoritas atau meimiliki keunikan khusus?

Whenever you find yourself on the side of the majority, it is time to pause and reflect.
– Mark Twain

Banyak bisnis berhenti ditengah jalan karena pendirinya merasa bosan atau sudah tidak suka lagi dengan bisnis atau produk yang dia ciptakan sendiri. Mereka kehabisan semangat dan “bahan bakar” untuk menjalankan mesin bisnisnya. Motivasi bisa menurun tajam bahkan hilang sama sekali, seperti asap tersapu angin.

Seringnya ini terjadi tidak lama setelah sebelumnya memiliki semangat menyala-nyala. Tidak berapa lama, meskipun sebelumnya memiliki semangat juang 45 dan Bandung Lautan Api, Mari Bung Rebut Kembali.

Semangat hilang ditelan bumi, meskipun baru dalam hitungan hari!

Penyebab motivasi hilang ditengah jalan adalah kesalahan memilih bisnis atau produk, meskipun sudah memiliki misi yang jelas. Kesalahan ini dapat mengakibatkan pemborosan usaha, waktu dan tentunya uang atau modal kita.

Bagaimana menghindari kesalahan memilih bisnis? Faktor apa saja yang harus diperhatikan?

Sekedar Coba-Coba Atau Menuruti Ajakan Teman Yang Berujung Pemborosan Waktu Dan Biaya!

Sebagian memilih bisnis berdasarkan potensi atau prospeknya saja. Sebagian lagi hanya karena ingin coba-coba atau modal nekat. Yang lainnya karena hanya sekedar diajak teman, sudara atau tetangga. ikut-ikutan

Berapa per sen dari mereka yang memilih bisnis dengan cara di atas bisa sukses?

Seorang teman baru-baru ini bercerita kepada saya kalau uangnya yang diberikan sebagai modal bisnis hilang, lumayan banyak. Hampir setengah Milyar Rupiah. Ceritanya dia diajak oleh teman kuliah berbisnis merchandise untuk souvenier.

Produknya adalah kaos, mug, stationary, goody bag, jacket dan barang-barang assesories lainya dengan logo yang di sablonkan ke produk-produk itu. Target pasarnya adalah perusahaan atau perkantoran yang jelas membutuhkan barang-barang tersebut.

Awalnya dia sangat semangat dan yakin bisa jalan, namun ditengah-tengah itu berhenti dan tidak memiliki motivasi untuk menjalankan lagi. Alasanya sudah tidak enjoy lagi, “ternyata tidak sesuai dengan passion saya” pungkasnya.

Pernah mendengar kisah yang mirip seperti ini?

Mungkin Anda pernah mendengar kisah yang mirip, namun alasanya sedikit berbeda. Bukan masalah sudah tidak senang lagi atau ternyata tidak sesuai dengan passionya. Tetapi alasan utamana karena kirang memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis atau mengembangkan produknya.

Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar cerita yang sama, namun alasan berhentinya berbeda dari kedua hal itu. Melainkan karena potensi atau nilai ekonomis nya yang kurang atau kecil. Potensi nilai dari pasar bisnis atau produknya tidak besar sehingga tidak mampu menjual dan mempertahankan produk.

Nah kemudian, bagaimana supaya dapat memilih bisnis dan produk yang selalu menjadikan bahan bakar motivasi kita yang tak pernah padam. Meskipun banyak rintangan. Serta kita mampu melakukanya jauh lebih baik dari pesaing kita. Bisa menguasai kompetensi yang dibutuhkan di bisnis dan produk itu. Sekaligus memiliki nilai ekonomi yang besar?

3 Kesalahan Memilih Bisnis Yang Tidak Boleh Anda Lakukan

Supaya usaha tidak berhenti di tengah jalan diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk memilihnya. Pilihan bisa salah dan baru menyedarinya setelah berjalan beberapa lama. Ini akan mengakibatkan kerugian, tidak saja uang namun juga waktu dan usaha. Kalau sudah terlanjur, anggaplah itu sebagai pembelajaran dan pengalaman berharga.

Bagaimana supaya dapat memilih dengan tepat dari awal?

Sebelum melakukan, awalilah pemilihan berdasarkan 3 kriteria ini: Passion, Kompetensi, Value.

Pertama: Passion

Apakah Anda benar-benar menyukai pilihan bisnis ini atau itu? Apakah Anda senang melakukanya meski disaat banyak tantangan atau terpuruk sekalipun Anda tidak menyerah?

Kedua:Kompetensi

Apakah Anda memiliki kompetensi di bidang bisnis atau produk yang Anda pilih? Kalaupun saat ini belum, apakah Anda dengan senang hati bisa terus belajar dan menguasai kompetensi di bidang bisnis yang Anda pilih? Apakah Anda dengan segala sumber daya yang Anda miliki, termasuk orang-orang yang Anda kenal, kalau mereka mau membantu Anda bisa menjadikan Anda sukses?

Intinya berbisnislah di bidang yang potensinya Anda bisa menjadi yang terbaik. Bisa menjadi yang nomer 1 atau nomer 2. Jika bisnis Anda hanya bisa menjadi yang nomer, 3, 4, ….10  di kategorinya. Jangan dipilih.

Carilah atau pilihlah bisnis lainya yang Anda memiliki kompetensinya.

Ketiga: Value

Ada nilai yang signifikan di bisnis yang Anda pilih itu. Baik nilai dari faktor ekonomi maupun nilai tambah yang membuat hidup orang lain bisa berubah lebih baik. Seberapa besar potensi ekonomi di bisnis yang Anda pilih itu? Berapa besar potensi nilai tambah yang bisa Anda berikan kepada orang lain? Kepada pelanggan Anda?

Ukurlah besaran nilai, baik nilai yang tangible maupun intangible. Ini harus sesuai dengan langkah 3M di di artikel sebelumnya. : Klik di sini.

 

Template Ini Akan Membantu Anda Memilih Bisnis Dengan Tepat

Pertama, buatlah tabel dengan 6 kolom. Kolom pertama “Nomer”. Kolom kedua “Bisnis/Produk”. Kolom 3 “Passion”. Kolom 4 “Kompetensi”. Kolom 5 “Value”. Kolom ke enam adalah jumlah dari kolom 3,4,dan 5.

Buatlah daftar aktivitas, bisnis atau produk yang Anda ingin lakukan. Mungkin bisa 5 sampai 12 daftar tempatkan di kolom 2.

Pada kolom 3 “Passion” isilah angka 1, 2, 3, 4 atau 5. Isilah dengan skala 1 – 5 angka 5 adalah yang paling banyak, angka 1 paling sedikit nilainya. Isikan juga nilai 1 – 5 untuk kolom 3 dan 4.

Isilah skor semua daftar bisnis di kolom 3,4 dan 5 dan jumlahkanlah kolom 3,4,5 di kolom 6. Anda bisa mendapatkan, bisnis atau produk apa yang memiliki skor yang paling tinggi. Seyogyanya Anda melakukan bisnis itu.

Kalau Anda masih belum paham juga, berikut ini saya berikan tabelnya.

Pertama: pilihlah yang jumlahnya paling besar. Kedua. Jika ada lebih dari satu yang sama jumlahnya, prioritasnya dibuat berdasarkan skor paling tinggi dari urutan, passion kemudian kompetensi kemudian value.

Dalam tabel di atas, nomer 3 dan 4 nilainya sama, yaitu 14. Namun skor passion nomer 3 lebih besar dari nomer 4, seyogyanya Anda memilih nomer 3.

Nah sampai disini Anda sudah menyelesaikan 3M dan Memilih Bisnis. Berarti Anda sudah siap untuk memahami langkah-langkah Kompetensi Inti (KoIn) Digital Bisnis Roadmap – Silakan dimulai dengan membaca buku saya yang berjudul “3 Kompetensi Inti (KoIn) Digital Bisnis”.

Jika Anda menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik.

Inilah saatnya Anda memutuskan.

Lakukanlah perubahan mulai dengan memutuskan untuk melakukan hal baru ini. Anda akan mendapatkan hasil baru yang lebih baik.

Selamat Melakukan Perubahan, semoga sukses selalu.

Terimakasih sudah membaca artikel ini.

Jika menurut Anda informasi ini bermanfaat, silakan untuk disebar luaskan.

Atau kami akan sangat senang jika Anda bersedia memberikan komentar dan masukan di bawah ini.

Semoga Sukses Selalu.
Salam Damai Untuk Anda dan Keluarga.
Ery Prasetyawan

N.B: 

Ayo! gabung komunitas dan networking kami:

https://www.facebook.com/diboze/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*