Category archive

Digital Bisnis

Inilah Kunci Sukses Memenangkan Persaingan Bisnis Market Place dan E-Commerce

Semakin banyaknya E-commerce atau market place bermunculan dari mulai yang kelas berat sebut saja Tokopedia, Bukalapak, Lazada, JD, Blibli dan beberapa lagi di kelas ini. Juga kelas menengah bertambah banyak apalagi yang kelas usaha kecil, sebut saja olshop-olshop berseliweran di dunia digital Indonesia sekarang ini.

Meskipun baru beberapa tahun keberadaan mereka di dunia bisnis digital namun mereka sudah harus bersaing ketat, semakin hari semakin ketat. Karena semakin banyaknya dan mudahnya bisnis ecommerce ini bermunculan. Betapa tidak, dari sisi product yang mereka jual mirip, bahkan sebagian besar sama. Sampai merknya pun juga sama.

Kemudian timbul pertanyaan, siapakah yang akan bertahan dan menang bersaing?

Jika Anda pemilik usaha jenis ini, atau mungkin Anda karyawannya, maka artikel ini layak untuk Anda baca sampai tuntas.

Mungkin Anda merasakan begitu ketatnya persaingan di e-commerce ini. Semakin hari-semakin ketat. Memaksa semua untuk terus melakukan terobosan-terobosan, inovasi-inovasi yang kreatif. Diperlukan “nafas” dan konsistensi yang panjang untuk dapat bertahan apalagi berkembang.

Situasi semakin sulit dan tidak menentu jika mau mundur akan ajur karena sudah lumayan banyak modal uang keluar, juga tenaga dan waktu yang di investasikan. Mau terus maju, perlu”napas” tambahan bahkan sudah perlu “napas” buatan yang tak kalah sulit mendapatkannya.

Apa yang harus dilakukan?

Pembelajaran Sukses dari Market Place No1 di Dunia yang Melegenda

Zappos adalah salah satu market place terbaik di dunia saat ini. Berdiri sejak tahun 1999. Hanya memerlukan waktu sepuluh tahun untuk mencapai nilai perusahaan 1,2 milyar dollar. Dibeli oleh Amazon tahun 2009. Menjual sepatu secara online pada awalnya, kemudian diikuti dengan produk-produk pakaian.

Baru setahun berdiri, pada tahun 2000 membukukan revenue 1,6 juta dollar. Pada tahun 2001 revenuenya lompat 6 kali lipat menjadi 8,6 juta dollar. Tiga tahun setelah itu, pada tahun 2004, 184 juta dollar Amerika. Tak hanya itu, tiga tahun kemudian, tahun 2007, revenuenya mencapai 840 juta dollar Amerika.

Dan akhir-akhir ini Zappos membukukan 93% dari revenue tahunannya dari repeat order tanpa mengeluarkan biaya iklan. Inilah yeng membuat Zappos menjadi top market place dan melegenda. Sampai saat ini belum pernah ada Market Place lain yang bisa mencapai prestasi ini.

Mengapa bisa secepat itu? Apa rahasianya?

Bayangkan betapa sulitnya menjual sepatu online di tahun 1999. Banyak sekali tantangan dan hambatannya. Hanya sedikit sekali orang yang berani membeli sepatu secara online pada masa itu. Para calon pembeli banyak yang ragu-ragu akan sistem membeli secara online. Masih belum biasa, sehingga banyak yang takut membeli secara online, apalagi produk yang di jual adalah sepatu.

Ada yang kawatir ukuranya tidak pas. Sebagian lagi takut bodong, uang di bayarkan tapi barang tidak sampai. Warna berbeda. Sulit untuk mengembalikan jika tidak cocok dan masih banyak sekali keraguan, kekawatiran dan ketakutan  orang membeli sepatu secara online pada tahun 1999.

Apa yang dilakukan Zappos untuk membuat mereka percaya? Dan mau membeli?

Inilah Yang Dilakukan Zappos Untuk Membuat Calon Pembeli Percaya

Zappos melakukan promosi: Ayo beli sepatu online… jika tidak cocok, bisa dikembalikan, ongkir free tanpa ditanya satu pertanyaan pun dan anti ribet.

Hasilnya?

Orang mulai membeli, dan kabar baiknya yang mengembalikan tidak banyak. Inilah titik mula Zappos sukses. Dari kesuksean ini maka semakin banyak pemain baru dalam berjualan sepatu online. Timbulah persaingan di antara mereka.

Untuk memenangkan persaingan itu maka diperlukan promosi yang lebih gencar, bahkan harus beriklan yang mengeluarkan biaya tidak sedikit. Akibatnya keuntungan jadi tergerus untuk biaya iklan dan marketing. Semakin sengit persaingan maka semakin besar biaya marketing untuk memenangkannya.

Sehingga yang kalah dalam persaingan itu harus merogoh kocek semakin banyak sehingga malah merugi. Mereka yang kalah itu pada mulanya berpikir, tidak apa-apa keluar banyak untuk marketing, toh nanti uang bisa balik lagi dengan penjualan yang sukses. Ini yang disebut-sebut sebagai “bakar uang”. Tapi ternyata banyak uang marketing yang keluar itu akhirnya tidak balik-balik. Jadinya rugi besar, bangkrut dan tutup.

Kalau demikian, alangkah bagusnya memenangkan persaingan dengan sedikit biaya marketing. Disamping pada awalnya tidak memerlukan modal kapital yang besar, juga menghindari bakar uang di muka yang belum tentu bisa kembali di kemudian hari. Melakukan yang kepastian nya lebih besar, daripada bakar uang dan uang tidak bisa kembali.

Inilah yang selalu dipikirkan oleh para pendiri Zappos termasuk Tony Hsieh sebagai CEOnya. Strategy marketing apa yang dilakukan oleh Zappos sehingga memenangkan persaingan di industry ini?

“We sell shoes, but our product is customer service” – Zappos.

Sukses berkelanjutan yang dicapai Zappos karena beberapa strategy yang diterapkan secara konsisten dan sungguh-sungguh. Yang paling utama adalah menerapkan strategy customer service sebagai bagian dari marketing yang low cost high impact. Mereka sangat intens dan konsisten menerapkan customer service ini, dimulai dari penetapan “Service Culture” yang mau dibangun. Zappos menetapkan service culture nya adalah “Service” is our main product.
Hal ini menjadikan mereka memutuskan dengan tepat apapun strategi-strategi lain yang harus diterapkan berdasar pada strategi ini.

Termasuk strategi perekrutan karyawan yang menjadi hal paling penting dalam bisnis. Coba jika mereka menetapkan main productnya adalah sepatu, keputusan berikutnya adalah mencari orang yang passionate dan talented di bidang sepatu. Namun ini bukanlah keputusan Zappos.

Karena memutuskan bahwa main product mereka adalah customer service, maka mereka mencari karyawan yang passionate dan talented dalam hal customer service, bukan sepatu.

Salah satu cara yang unik untuk mendapatkannya adalah dengan menyaring mereka berdasarkan service culture, setelah mereka dinyatakan diterima. Kemudian mereka diberikan training khusus tentang culture customer service Zappos selama beberapa Minggu.

Dalam training pun mereka masih melakukan penyaringan, sehingga ada beberapa peserta training yang tidak lulus dan gugur. Artinya trainingnya pun juga berkualitas dan sungguh-sungguh. Memberi pesan kepada peserta untuk tetap selalu sungguh-sungguh dalam mengikuti training.

Setelah mendapatkan para peserta yang lulus training, sebelum mereka masuk kerja. Satu persatu diundang untuk bertemu Tony Hsieh, CEO yang secara langsung memberikan ucapan selamat, namun dalam kesempatan itu CEO juga menawarkan uang sampai 4.000 dollar Amerika jika mau mengundurkan diri hari itu juga.

Banyakkah yang mengambil tawaran itu? Ternyata tidak banyak. Yang tidak mengambil tawaran itu setelah ditanya, mereka mengatakan “Saya ingin sekali bekerja di sini, karena saya sangat suka menjadi customer service. Jiwa saya adalah jiwa customer service sejati”. Inilah penyaringan unik yang dilakukan Zappos untuk mendapatkan orag yang tepat dan nomer 1 dalam menservice customer dengan sepenuh hati.

Hasilnya mereka mendapatkan karyawan yang passionate customer service. Zappos berhasil mendapatkan the right man on the right place.

Juara Gulat Bertangan Satu

Zappos terus secara konsisten melatih dan mengembangkan sistem customer service yang semakin hari semakin baik. Sehingga tidak banyak yang bisa meniru apalagi menyainginya. Zappos adalah juaranya dalam urusan customer service dan mendapatkan revenue dari repeat order. Sampai saat ini Zappos menjadi the best practice dan tempat rujukan sistem customer service dari seluruh penjuru dunia, karena memang juaranya.

Ini mengingatkan saya pada sebuah cerita juara gulat berlengan satu:

Adalah seorang guru gulat nomer wahid yang sangat sakti dalam menciptakan pegulat-pegulat tangguh. Suatu hari dia berjalan melewati sebuah desa nelayan yang baru saja diserang kawanan perampok laut yang bengis, tidak hanya mengambil semua harta bendanya namun juga membunuh semua penduduknya.

Guru ini kemudian bergegas memeriksa manatahu ada yang masih hidup yang bisa ia selamatkan. Suasana sangat mencekam, mayat bergelimpangan dimana-mana. Sunyi tanpa suara, tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi. Guru itu bergegas mencari suara bayi itu dan menemukannya. Ah…bayi laki-laki ini selamat. Gumamnya, disusul suara lirihh wanita yang sekarat dari sisinya. “Tuan…too….longng annnaakku” sambal matanya sedikit terbuka mulutnya sudahh sulit dia gerakkan. Guru itu pun iba dan “Baik saya berjanji merawat anak ini”…setelah itu ibu bayi itu pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Bayi itu pun menangis terus dan banyak darah melumuri tubuhnya. Setelah Guru itu memeriksa dengan perlahan mengangkatnya ternyata lengan kiri bayi ini putus terkena sabetan golok perampok. Dengan cepat dia mengangkat bayi ini, dan merawat tanganya yang buntung agar darahnya berhenti keluar.

Setelah beberapa tahun merawat bayi ini di padepokan gulatnya, maka dia juga melatih anak ini berlatih gulat. Meskipun dia memiliki harapan yang tipis bahwa anak ini jago gulat, karena mengingat lenganya hanya satu. Belum pernah dia memiliki jurus khusus gulat untuk orang yang hanya memiliki 1 lengan. Maka sejak saat itu, Guru bijaksana ini mencari cara untuk menciptakan jurus gulat ampuh khiusus untuk orang yang berlengan 1, lengan kanan.

Setelah anak ini remaja, semakin semangat dia berlatih dan memiliki keinginan yang kuat sekali menjadi juara gulat. Maka dia tekun berlatih dan juga mengikuti turnamen. Semakin hari semakin matang secara usia dan mentalnya. Namun dia hanya diajarkan satu teknik kuncian oleh gurunya. Maka dia iri akan murid murid lain yang diajarkan banyak Tteknik kuncian untuk menghadapi lawan yang situasional.

Dia selalu minta untuk diajarkan teknik-teknik kuncian yang lain. Namun gurunya selalu hanya mengajarkan teknik kuncian itu dan hanya itu. Guru itu juga berpesan padanya untuk selalu melatih teknik kuncian yang dia ajarkan.
Tibalah pada satu turnamen besar yang anak ini sangat ngotot untuk ikut dan ingin menjadi juara. Pada babak penyisihan dia bertanding…melawan seorang pegulat yang tangguh juga. Mulanya dia ragu akan teknik kuncian yang diajarkan gurunya. Namun karena selama ini hanya itu yang dia kuasai akhirnya dia menggunakan dan mengandalkan teknik kuncian itu. Dalam bertanding dia lakukan…

Theng…ronde dimulai…kedua pegulat saling menjajagi…tak lama musuhnya menyerang dan dia hadapi serta kunci dengan teknik kuncian andalanya…set set dia kunci….tangan lawannya plok-plok…menepuk lantai tanda menyerah. Yeee…dia menang dan berhak ke babak selanjutnya.

Dia senang sekali namun juga ragu, babak selanjutnya tentulah menghadapi lawan yang lebih tangguh lagi, ah nggak mungkin saya menang dengan mengandalkan teknik kuncian yang itu itu saja. Kan semua orang termasuk lawan sudah tahu teknik kuncian yang saya pakai itu, gumamnya dalam hati.

Maka dia bergegas menemui gurunya. Guru…tolong sekarang ajari saya teknik kuncian yang lain. Biar sore dan nanti malam saya latih supaya besok saya menang bertanding di babak selanjutnya.

Guru itu hanya menghela napas panjang dan mengatakan, latih lah terus teknik kuncian yang saya ajarkan dengan lebih baik lebih baik lagi. Tapi Guru..saya hanya menguasai satu teknik kuncian saja…musuh saya kan sudah tahu cara mengalahkan teknik kuncian itu….dia sedikit ngotot dan protes. Guru itu hanya membalas…latihlah dengan tekun dan berlalu pergi…

Dengan rasa kecewa pegulat buntung ini berjalan mencari ruangan yang cukup untuk berlatih. Dengan tekun dan sungguh-sungguh dia melatih lagi teknik kuncian yang itu dan hanya itu.

Keesokan harinya pada saat mulai pertandingan. Benarlah dia menghadapi pegulat yang tangguh-tangguh di babak-babak selanjutnya. Dan dia menang terus dengan teknik kuncian itu. Anehnya meskipun lawanya semakin tangguh dia juga semakin baik dan cepat mengalahkan lawan-lawanya sampai babak semi final. Singkat cerita…dia masuk ke babak final dan lawanya kali ini adalah juara bertahan yang sudah bertahun-tahun menjadi juara gulat top.

Sekali ini Guru harus mau! Mengajarkan teknik yang lain. Ini sudah babak final! Lawan saya orang yang paling tangguh dan pandai menebak teknik kuncian orang lain. Juga pasti mahir mematahkan teknik kuncian saya yang sudah ketahuan saya pergunakan dari awal babak, pertengahan babak sampai kemarin di semi final. Hanya itu saja yang saya andalkan. Saya harus memaksa Guru mau mengajarkan 1 lagi saja teknik kuncian yang lain.

Maka bergegaslah dia menghadap gurunya dan dengan sedikit ngeyel dia minta Gurunya mengajarkan teknik kuncian yang lain. Namun sekali lagi dia kecewa. Gurunya tetap pada pendiriannya dan memintanya menggunakan teknik kuncian itu lagi dalam melawan juara bertahan esok lusanya.

Meskipun kecewa dia tetap tekun melatih diri dan berlatih satu-satunya teknik kuncian yang dia miliki itu.

Tibalah hari H final….dilapangan pertandingan sangatlah ramai..banyak penonton dari kalangan umum dan juga para peserta yang ikut turnamen itu kemaren. Sebagian besar mengelu-elukan juara bertahan. Sebagian besar mendukung juara bertahan. Ini membuat dia grogi juga. Keringatnya lebih cepat mengucur meskipun pertandingan belum mulai.

Wah…bagaimana ini ya! Apa yang harus aku lakukan nanti di atas matras pertandingan? Teknik kuncian apa yang harus saya lakukan untuk menang? Dia memutar otak untuk mengatur strategi pertandingan. Namun kembali lagi hanya satu teknik kuncian yang dia latih dan kuasai. Akhirnya dia pasrah saja dan akan hanya melakukan satu-satunya teknik kuncian dari Gurunya.

Theng….lonceng tanda kedua pegulat harus berhadapan…dan theng-theng-theng…mereka pun mulai bertanding…Dia agak mundur-mundur..sang juara bertahan lebih aktif menyerang. Dia terus mundur-mundur untuk menghindari serangan juara bertahan. Sembari mengatur strategi untuk dapat memegang tangan atau bagian tubuh lawanya dengan tangan kananya. Beberapa kali juara bertahan mampu menangkapnya dan menguncinya namun dia selalu berhasil melepaskan kuncian juara bertahan.

Penonton pun bertepuk tangan riuh dan ramai sekali.

Satu ronde selesai namun belum ada hasil dari kedua belah pihak. Saatnya ronde ke 2. Then-theng—theng…kembali dia menghindar serangan lawan, berhasil. Sesaat kemudian dia kepegang sama juara bertahan dan dikunci habis olehnya! Dia meronta berusaha melepaskan kuncian juara bertahan dan berharsil lepas. Kembali tepuk sorak membahana di area pertandingan.

Kini dia siap-siap berhadapan lagi. Menunggu serangan berikutnya dan berusaha menangkap dan mengunci lawanya gantian dan dia menungu-nunggu dengan seksama supaya bisa menangkap tubuh dan lengan juara bertahan. Dan kesempatan itu pun datang, dia berhasil menangkap tubuh lawan nya dengan tangan kanan dan langsung mengunci lawanya dengan senjata andalan satu-satunya.

Settt…settt settt….beberapa saat dia berhasil mengunci lawanya. Lawan meronta dan berusaha lepas dari kunciannya…..waktu berlalu cukup lama…dan dia terus mengunci lawan yang belum mau menyerah. Kemudian dia ketatkan kunciannya semakin kuat dan ketat. Lawan meronta-ronta…terus meronta sekuat tenaga.

Dia keluarkan upaya dan tenaga terakhirnya menekan dan mengunci sekuat-kuatnya…lawan masih meronta tangan menggapai-gapai ingin menagkap sesuatu namun tidak dapat. Hanya ruang kosong yang tergapai oleh tangan juara bertahan. Dan…plok-plok plok..suara telapak tangan juara bertahan menepok lantai tanda menyerah kalah.

Dan…Yes!!!! Betapa gembiranya dia. Melompat dan berjingkrak setelah menang dan juara turnamen gulat itu.
Selang beberapa waktu dia beranikan diri bertanya pada Gurunya. Mengapa dia hanya diajarkan teknik kuncian itu dan itu saja. Namun gurunya tidak mau memberikan rahasianya. Setiap tahun dalam turnamen dia selalu menang dan menjadi juara bertahan. Selama itu belum pernah ada yang dapat mengalahkannya. Selama ikut turnamen dia selalu menjadi juaranya.

Setiap tahun  dia bertanya kepada Gurunya, mengapa jurus ini sangat ampuh dan belum pernah ada yang bisa mengalahkannya. Kembali lagi Gurunya tidak mau membuka rahasianya. Guru itu hanya bilang suatu hari aku akan berikan rahasianya.

Waktu berlalu dari tahun ketahun sampai dia sudah menyatakan pensiun dan menjadi juara bertahan tak terkalahkan. Gurunya pun sudah sangat tua dan sakit sepuh. Pada saat sebelum meninggal gurunya memberikan wasiat rahasia dalam selembar kertas.

Setelah gurunya meninggal dan menguburkannya, dia kemudian baru berani membuka surat wasiat rahasia Gurunya, yang isinya:

“Musuhmu akan bisa mengunci kamu dengan sempurna jika dia memegang tangan kanan dan kirimu. Jika kamu sampai bisa mengunci musuhmu, siapapun dia tidak akan bisa lepas dari kuncianmu, karena untuk lepas dari kuncianmu, dia harus memegang tangan kirimu. Mereka hanya akan menggapai ruang kosong karena tangan kirimu tidak ada. Tolong jaga rahasia ini”

Nah…Zappos juga hanya fokus satu kunci sebagai keunggulannya. Customer Service.

“We sell shoes but our product is customer service” – Zappos.

Jika Anda pengelola e-commerce atau olshop, satu pertanyaan yang harus Anda jawab. ” Apa yang menjadi jurus kuncian ampuh Anda dalam menghadapi dan memenagkan persaingan dari kompetitor Anda?

Apakah Anda memiliki jurus kuncian ampuh itu?

Foto Kunjungan Ke Markas Zappos, Las Vegas USA. April 2014

Kunci Rahasia Zappos: Bagaimana Menjadi Sulit Ditiru dan Disaingi

Banyak pakar berpendapat bahwa supaya unik dan tidak mudah ditiru oleh pesaing dalam menerapkan  sistem customer service sekaligus mendapatkan repeat order dari customer. Maka hal yang harus dilakukan adalah membuat customer satisfaction. Memusakan pelanggan akan membuat bisnis untung dan disukai pelanggan. Apakah benar demikian? Mungkin iya, namun tahukah Anda ada satu strategi lagi yang level ke-efektifannya lebih tinggi, bahkan paling tinggi saat ini.

Apa itu?

Strategi ini ditemukan oleh seorang pakar Ekonomi dan peraih hadiah nobel yang bernama Daniel Kahneman. Melalui hasil research nya dia berpendapat “Customer Satisfaction memang penting, namun lebih penting lagi ingatan customer (customer memory)”. Jadi menurutnya customer memory yang akan lebih menentukan.

Maksud beliau begini, sering dan banyak pelanggan puas namun setelah beberapa tahun mereka lupa tentang kejadian yang memuaskan mereka. Mungkin ini terjadi juga pada Anda, beberapa tahun yang lalu mungkin Anda puas dengan produk atau layanan toko, hotel atau dimana Anda sebagai pelanggan. Namun saat ini Anda sudah tidak bisa mengingat lagi moment itu, Anda sudah lupa kejadiannya.

Seberapa besarpun kepuasan pelanggan namun jika setelah itu mereka lupa kejadiannya, apakah ada manfaatnya untuk Anda? Jadi lebih penting mana customer sarisfaction saja, atau beserta moment yang tak terlupakan seumur hidup mereka? Tentu customer memory lah yang lebih menentukan dan penting!

Inilah yang diterapkan oleh Zappos yang unik dan sulit ditiru oleh pesaingnya. Mereka menerapkan sistem dimana customer service advisor nya harus bisa menciptakan moment yang pelanggan tidak akan atau sulit terlupakan seumur hidup mereka! Moment inilah yang disebut “Moment Of Truth”

Apa saja contohnya yang dilakukan Zappos?

Seorang Nenek membeli sepatu untuk suaminya, sang Kakek pada hari sepatunya sampai di rumahnya mengalami kecelakaan sehingga kakinya harus di rawat dalam waktu yang lama tidak bisa memakai sepatu. Maka Nenek itu menilpon Customer Service Zappos untuk mengembalikan sepatunya.

“Maaf ya Mbak, saya ingin mengembalikan sepatu yang baru saja saya beli”. Customer Service “ Oh baik Bu, tidak apa-apa, nanti kami akan jemput sepatunya ke alamat yang Ibu berikan…..”. Tanpa menanyakan alasan mengapa sepatu dikembalikan, sesuai janji Zappos (dan tentu refund yang tidak ribet, dibuktikan oleh Zappos dalam setiap pengembalian dengan alasan apapun!). Namun pada umumnya orang yang mengembalikan dengan sendirinya, tanpa diminta memberikan alasan, seperti yang Nenek itu lakukan.

“Maaf bukan nya apa-apa Mbak, sepatu itu saya beli untuk suami saya, namun naas tadi siang suami saya mengalami kecelakaan dan kakinya harus dirawat dalam waktu yang cukup lama, kemungkinan tidak bisa lagi pakai sepati”
Customer Service “Oh maaf ya Bu, Kami ikut prihatin. Kalau boleh tahu dimana beliau dirawat? Di rumah atau rumah sakit?”. Terjadilah dialog yang sangat natural, alamiah seperti teman atau tetangga sedang berbincang. Singkat cerita si Customer Service mengetahui di mana Kakek itu sedang dirawat. Setelah tilpon ditutup. Bergegas dia melakukan apa yang dinamakan “Moment Of Truth”.

Pada waktu Nenek itu tilpon masih berada di rumahnya. Kemuadian dia pergi ke Rumah Sakit tempat suaminya dirawat. Sesampainya di Rumah Sakit,  sudah ada karangan bunga dari Zappos. Yang menyatakan Emphaty. Wow…surprise buat Nenek ini sesuatu yang di luar harapannya.

Tidak hanya di luar harapannya, namun juga sulit dilupakan moment seperti ini. Apakah selanjutnya Nenek ini akan bercerita moment ini ke teman-temannya? Tentu! Ke tetangga nya yang sedang besuk suaminya? Tentu! Kepada anak-cucunya? Tentu saja! Dan juga pada akhirnya moment cerita ini sampai kepada Anda dan ribuan bahkan jutaan orang lainnya. Sehingga semakin banyak yang menedengar Zappos, The Service Company.

Ini adalah strategi marketing yang luar biasa ampuh. Selain efektif juga sangat efisien dan powerful. Inilah stretagi marketing puncak. Yang paling tinggi levelnya. Dampaknya? Banyak pelanggannya yang meminta Zappos untuk membuka Zappos Hospital, Zappos Airline, Zappos Hotel, Zappos Café dan lain-lain. Mereka semua sangat trust kepada Zappos, sehingga apapun bisnis yang akan dilakukan Zappos, mereka bersedia menjadi customernya.

Berapa biaya untuk mengcreate moment of truth ini? Ternyata tidak banyak. Seperti contoh tadi, untuk membeli dan mengirimkan karangan bunga untuk orang sakit mungkin hanya membutuhkan 20-30 US dollar saja. Namun efeknya Anda bisa merasakan dan memvaluasi sendiri.

Apa yang dilakukan Zappos tidak hanya melatih dan mendidik karyawan terutama Customer Servicenya. Namun juga memberikan budget dan authority khusus bagi setiap Customer Service untuk make it happen. Create Moment Of Truth. Make memory yang sulit dilupakan dan terlupakan!

Nah, jika Anda sedang membangun Bisnis E-commerce, Market Place maupun Online Shop, belajarlah kepada Zappos.

5 Proses Digital Marketing Yang PRODUKTIF

Banyak pebisnis tertarik untuk melakukan strategy marketing secara digital. Karena lebih menghasilkan dibanding dengan marketing konvensional. Permasalahanya adalah pemahaman akan pengetahuan digital marketing yang perlu ditingkatkan. Namun sayangnya tidak banyak sumber pengetahuan digital bisnis yang benar dan mencukupi. Kebanyakan blog ataupun training memberikan pengetahuan bagaimana beriklan di media digital: social media, search engine dan media-media digital yang lain.

Sehingga menimbulkan persepsi bahwa digital marketing adalah iklan di media digital. Padahal yang benar, beriklan dengan digital hanyaah salah satu langkah awal dari digital marketing. Karena pemahaman yang kurang tepat ini maka banyak terjadi kegagalan digital marketing. Uang banyak keluar untuk biaya iklan, namun hanya menghasilkan sedikit. Akhirnya tidak produktif berakibat bangkrut dan tutupnya bisnis.

Digital Marketing Tidak Hanya Beriklan

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu teman lama yang sebelumnya sudah sering ikut pelatihan internet/digital marketing. Dia bercerita, setelah menerapkan apa yang didapat dari pelatihan hasilnya tidak sesuai harapan. Banyak uang habis untuk beriklan yang kurang produktif. Akhirnya teman saya ini trauma dengan pelatihan dan training-training digital. Menurutnya kawan-kawan sepelatihannya juga banyak yang kecewa.

Kemudian saya bertanya, apa saja yang dipelajari selama pelatihan? Menurutnya adalah bagaimana cara memasang iklan di media-media social seperti Facebook, Instagram, Twitter, Pinterest dan lain-lainya. Juga bagaimana memasang iklan dengan Google adwords kemudian  website dan artikel dipasangin adsense sehingga bisa menghasilkan. Memang menghasilkan, lanjutnya, tapi masih jauh dibanding biaya iklan maupun adwords nya. Dia bertanya kenapa ya? Apa yang kurang?

Kemudian saya menjelaskan bahwa proses digital marketing itu ada 5, pertama adalah leads awareness. Yaitu dengan memasang iklan. Tujuannya agar calon pembeli aware produk atau brand Anda. Namun Anda tidak bisa mengharapkan banyak pembelian dari sini, masih ada 4 proses lagi sampai pada pembelian massive dan continyu. Karena statistiknya, dengan iklan saja hanya 1-2% dari pemirsa iklan ini yang beli.

Kemudian saya bertanya, “Saat di internet atau social media, i saat melihat iklan pertama kali, kamu langsung beli?”… hmmmm enggak… jawabnya. Nah demikian juga orang yang melhat iklanmu setelah ngeklik link yang kamu iklankan. Kamu sudah bayar pay per click kan? Iya, jawabnya. Namun tidak langsung dapat pembeli, sautnya. Ohhh gitu ya……ok…ok masuk akal. Terus-terus yang 4 lagi apa dong? Lanjutnya penasaran.

5 Proses Digital Marketing

Seperti yang saya ceritakan di atas, langkah pertamanya adalah:

  1. Leads Awareness
  2. Lead Acquisition
  3. Lead Activation
  4. Lead Retention
  5. Lead Revenue

Mari kita pelajari satu persatu, apa yang harus Anda lakukan disetiap proses tersebut.

1. Lead Awareness

Pada tahap ini Anda bisa menggunakan beberapa Teknik untuk membuat produk atau brand Anda mulai dikenal oleh calon pembeli Anda. Membuat mereka aware akan siapa Anda, dan apa yang Anda tawarkan. Teknik yang biasa dilakukan adalah beriklan seperti cerita di bagian atas.

Media iklan ada banyak sekali, Anda harus sesuaikan dengan target leads Anda beserta budget yang Anda rencanakan. Anda bisa memilih berbagai media social: Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, Pinterest dan lain-lain.

Selain media iklan, Anda bisa menggunakan google adwords, namun Anda harus memiliki website atau blog yang bisa Anda iklan kan di halaman pencari google. Jika ada orang yang searching di google dengan kata kunci Anda maka website Anda akan muncul di halaman google.

Teknik Leads awareness yang lain adalah membuat website atau blogs dan mengisi dengan konten artikel-artikel educational yang bermanfaat bagi calon pembeli Anda. Sehingga mereka akan mengunjungi web site Anda dan mulai mengenal Anda.

Cara untuk membuat content yang berbobot dan menarik silakan klik di sini.

Untuk meningkatkan trafik tanpa iklan, klik di sini.

2. Lead Acquisition

Tahap ini berarti data mengenai calon pembeli Anda ketahui dan masuk dalam database Anda. Data yang minimal yang harus Anda ketahui adalah alamat email mereka. Sehingga Anda bisa menjalin komunikasi dengan calon pelanggan Anda untuk tujuan promosi dan menghasilkan penjualan. Atau sesuai dengan maksud dan tujuan Anda.

Caranya, Anda harus membuat website kemudian Anda membuat salah satu laman website difungsikan mengcapture database pelanggan Anda. Ini sering disebut landing page, atau lead page. Bagaimana cara supaya mereka mau nmengisikan data mereka di laman lead capture Anda?

Anda harus memberikan sesuatu sebagai imbalanya, trade off. Bertukar alamat/data mereka dengan sesuatu yang bermanfaat bagi meraka. Sehingga mereka rela memberikan data mereka kepada Anda.

Ada 17 cara untuk tahap ini, akan dibahas di laman Gold membership area.

3. Lead Activation

Apakah setelah Anda memiliki database calon pelanggan maka pembelian akan langsung meningkat? Dari statistic yang saya ketahui ternyata tidak. Rata-rata hanya sekitar 2% calon pelanggan tersebut yang aktif. 98% pasif. Bagaimana cara membuat mereka aktif? Kemudian mau melakukan apa yang Anda ingin mereka lakukan, misalnya pembelian?

Ada beberapa Teknik yang bisa Anda lakukan untuk mengaktifkan calon pelanggan mereka, salah satunya adalah dengan email marketing secara konsisten. Tingkat keberhasilan email marketing ini tinggi, bisa mencapai 122% ROI. Ini adalah 4 kali lipat dari keberhasilan dari teknik lain.

Untuk itu Anda harus memiliki email yang banyak. Yang Anda bisa kirimkan berkala kepada calon pelanggan Anda. Tentunya email-email yang menarik perhatian dan bermanfaat. Ada Teknik khusus mengenai menulis dan mengirimkan email marketing ini, biasa disebut email series. Email yang ber seri.

Anda sangat direkomendasikan mempelajari Copywriting untuk menulis email marketing yang baik, juga artikel-artikel sebagai konten website Anda.

Twitter pernah mengalami members nya pasif, sehingga 2-3 tahun yang lalu sempat mau tutup atau dijual. Seperti apa yang dialami dan dilakukan twitter sehingga berhasil keluar dari permasalahan ini? Dan sekarang berhasil menjadi salah satu top sosial media? Akan kami sajikan dalam Gold membership area.

4. Lead Retention

Menurut pendapat seoarng pakar bisnis, Peter Drucker yang mengemukakan bahwa tujuan bisnis adalah untuk menciptakan dan mempertahankan customer. Untuk itu diperlukan teknik untuk me-retain, mempertahankan customer juga calon customer dalam keaktifan mereka mengunjungi website Anda.

Meningkatkan retention rate 5% akan meningkatkan profits antara 25-95%! Bagaimana cara memiliki system untuk meretain customer Anda. Ada 3 phase meretain customer atau calon customer Anda.

Pertama, Initial phase. Adalah phase kritis dimana new user Anda teryakinkan untuk tetap menggunakan atau membeli produk atau servis. Atau menjadi pasif atau keluar setelah 1 atau 2 kali kunjungan.

Lamanya waktu initial phase ini tergantung dari bisnis, product dan servis. Anda harus mengukurnya dengan analitik tool.

Sebagai contoh, Pinterest yang mengolah dan menganalisis data usernya dan mendapatkan hasil kesimpulan: Jika user baru tidak kembali mengunjungi websitenya paling tidak 3 kali dalam 2 minggu pertama setelah sign up, kemungkikan besar mereka akan left website atau tidak menggukan aplikasi Pinterest.

Ini berarti harus ada team yang membuat new user aktif memakai minimal 3 kali dalam 2 minggu pertama mereka.

Kedua, Medium phase. Disebut juga habitual phase. Phase ini akan banyak Anda temui pudarnya minat customer atau calon customer pada produk-produk baru, atau pada produk lama yang dibaharui. Diperlukan tim dan ide yang innovative supaya user menggunakan produk Anda atau mengunjungi web Anda menjadi kebiasaan. Sehingga Anda tidak kesulitan dan mendorong-dorong mereka untuk menggunakan atau mengunjungi website Anda.

Sebagai contoh adalah para pelanggan atau pembeli Amazon, para pembeli Amazon sering akan mencari di website Amazon lebih dahulu mengenai apapun yang mereka cari atau butuhkan. Tidak diperlukan banyak usaha untuk mendorong-dorong mereka melakukan itu. Sehingga Amazon sangat efisien dan produktifitas tinggi.

Pada artikel selanjutnya kami akan bahas lebih detail, bagaimana cara secara psikologis membentuk kebiasaan user dari phase initial ke phase habitual/kebiasaan ini. Seperti yang dilakukan Amazon dan Snapchat. Sehingga Anda dan tim Anda memahami teknik-teknik meretain, dan menerapkannya pada Bisnis Anda.

Ketiga, Longterm retention. Ini adalah phase dimana Anda dan tim memastikan bahwa customer Anda mendapatkan nilai tambah lebih dan lebih lagi. Bagaimana produk Anda terus menawarkan nilai tambah lebih dari pada produk lain. Anda harus berekperimen dan mengukur peningkatan produk, dengan penambahan fitur-fitur pada produk lama Anda dan atau produk baru dengan fitur-fitur baru.

Point penting pada phase ini adalah terus menerus memperbaharui persepsi customer akan “must have product” dengan mengedepankan nilai tambah yang customer demanded.

5. Lead Revenue

Ini disebut juga lead monetization. Setelah Anda memeiliki data base calon pelanggan Anda. Yang harus Anda lakukan adalah memahami behavior mereka. SEhinggan Anda akan dengan tepat memenuhi demand mereka. Tanyakan kepada calon customer Anda benefits apa yang mereka inginkan dari Anda dan produk Anda.

Amazon menjadi sangat besar karena mempelajari dan memahami kebutuhan dan demand calon pelangganya. Untuk itu, dulu pada awalnya Amazon rela rugi 1-2 usd per pembelian buku. mereka mau invest, cost of understanding leads behavior untuk kemudian memberikan layanan dan produk yang memuaskan pelanggan mereka. Sampai saat ini Amazon mendapatkan revenue besar dari repeat order karena menerapkan strategy ini.

Salah satu yang dilakukan Amazon dari memahami leads behavior adalah menambah dan memperjelas kategori produk-produknya, hasilnya tidak hanya repeat order namun new order juga meningkat significant.

Mirip dengan itu, Facebook menjadi besar dan semakin besar karena belajar dan berusaha memahami behavior members mereka, apa yang Facebook lakukan? Mereka selalu memperkenalkan fitur-fitur baru yang memberikan benefits nyata pagi membersnya. Hasilnya? Meskipub tidak gratis alias berbayar, banyak membernya yang mau beli dan membayar fitur-fitur ini.

Sehingga revenue Facebook meningkat terus.

Untuk dapat memahami behavior calon pelanggan maupun pelanggan Anda harus memiliki beberapa teknik mengolah data dengan algotithma khusus disesuaikan dengan produk dan bisnis Anda. Salah satu yang cukup sering dipakai adalah Teknik Jaccard index. Seperti apa detailnya Teknik ini? Kami akan membahasnya lebih mendalam di Gold member area.

Konsistensi, Kunci Utama Kesuksesan

Hal lain yang harus Anda lakukan dalam proses monetizing ini adalah pricing dan penerapkan 6 cara memengaruhi orang agar melakukan apa yang Anda inginkan. Yaitu Reciprocity, Commitment dan Consistency, Social Proof, Authority, Liking, dan Scarcity.

Dengan memahami dan menerapkan ke 5 proses digital marketing di atas dengan benar dan konsisten banyak pebisnis dan blogger sukses menjalakan bisnisnya. Bahkan mereka bisa meningkatkan revenue dengan significant. Berubah lumayan cepat menghasilkan banyak revenue dan profit.

Jika Anda ingin mendapatkan perubahan dalam bisnis Anda, menaikan profit dari website ataupun blog Anda. Maka Anda harus merubah Teknik dan strategi Anda. Kita tidak bisa mengharapkan hasil yang berbeda dengan melakukan hal-hal yang sama.

Kini saatnya Anda mengambil keputusan, lakukan cara baru ini untuk mendapatkan dan meningkatkan hasil. Dapatkan hasil baru!

Salam Sukses dan Damai Selalu.
Diboze.com

7 Kesalahan Fatal Para Blogger: Yang Membuat Mereka Gagal

Jika Anda seorang blogger yang ingin sukses memiliki blog yang dikunjungi banyak orang. Maka Artikel ini cocok untuk Anda baca.

Mungkin Anda seorang blogger yang sudah membuat blog dan menerapkan semua jurus yang Anda ketahui. Dari jurus “18 telapak naga” sampai jurus “ dewa mabuk” pun sudah dilakukan, namun hasilnya masih tidak memuaskan. Traffik tidak kunjung naik.

Berusaha mendongkrak dengan mengubah bagian di sana-sini bahkan membeli iklan di berbagai sosial media maupun google adwords sudah dilakukan. Uang sudah banyak keluar namun hasilnya tetap saja tidak memuaskan. Juga SEO tingkat dewapun sudah diterapkan, namun akhirnya setali tiga uang, sama saja.

Hasil yang jeblok, jelek itu membuat ciut hati Anda. Percaya diri hilang seperti disapu angin. Bahkan Anda frustasi menghadapi situasi ini.

Mengapa Anda Tidak Boleh Mendiamkan Hal Ini?

Karena dengan mendiamkan hal ini akan membuat situasi menjadi semakin parah. Anda harus mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah Anda di atas.

Solusi yang tidak tepat malah akan menambah situasi menjadi runyam. Tidak saja menambah stress dan frustasi, tapi juga menghabiskan lebih banyak usaha dan waktu, bahkan uang Anda.

Akan lebih parah jika Anda kemudian menjadi tidak percaya diri untuk meraih mimpi Anda melalui blog yang Anda buat. Dengan kepercayaan diri yang semakin menurun, akan lebih sulit dan lebih lama untuk recovery nantinya.

Bagaimana cara solusi yang tepat itu?

Untuk Sukseskan Blog Anda.

Mempelajari digital bisnis sejak lama, ternyata tidak menjamin saya sukses di digital bisnis. Membaca banyak buku, menerapkan semua teknik sukses digital bisnis. Memasang iklan intensif dan besar-besaran. Semua pernah saya lakukan.

Sudah belasan nama domain saya beli dan isi kontennya sesuai dengan teori dan saran dari buku maupun pakar-pakar bisnis dan internet marketing. Namun hasilnya kurang memuaskan.

Menjadi affilate marketer pun sudah saya lakukan, semenjak bergabung pertama kali dengan Six Figure Income, RQ, Asian Brain, jualan domain dan banyak lagi yang sudah saya coba dan jalankan.

Semuanya itu tidak membuahkan hasil yang memuaskan dan bahkan gagal total. Rasa percaya diri saya jatuh sampai titik nadir, titik yang paling bawah. Frustasi, stress campur aduk membuat situasi saya semakin parah.

Sampai suatu hari saya menemukan apa yang saya sebut “missing link atau missing chain” mata rantai yang hilang. Saya merasa sudah menemukan peluru emasnya. Golden Bulletnya.

Dengan golden bullet ini saya menemukan kembali kepercayaan diri saya yang dulu sempat hilang. Saya yakin dan percaya diri akan menemukan kesuksesan dalam digital bisnis.

Saya menemukan hal-hal yang harus dihindari sebagai blogger dan digital bisnis, karena itulah yang menyebabkan saya gagal.

Inilah yang juga harus Anda hindari, jika Anda ingin sukses.

1. Tidak Memulai Dengan Membuat Penawaran Yang Jelas.

Apa yang Anda ingin tawarkan dalam Blog Anda. Product atau service apa yang menjadikan Anda ingin membuat blog. Dua hal utama yang harus dimiliki para blogger adalah: Pertama Content yaitu hal yang menarik minat pengunjung blog dan mendapatkan manfaat dari blog Anda. Content bisa berupa artikel, video atau audio.

Kedua adalah Product. Anda harus memiliki product yang jelas untuk Anda tawarkan dalam blog Anda. Jika Anda tidak atau belum memiliki product, Anda dapat menjualkan product orang lain. Namun Anda harus memahami product yang Anda tawarkan, baik itu product Anda maupun product orang lain. Dengan Anda memahami product Anda maka Anda akan lebih efektif dalam mengkomunikasikan product Anda kepada calon pembeli Anda.

2. Tidak Tahu Bagaimana Tawaran Anda Bisa Mengubah Hidup Orang Menjadi Lebih Baik.

Setiap orang yang menerima sebuah tawaran apapun itu, maka pikiran bawah sadarnya akan bertanya: “Bagaimana product inibisa membuat hid up saya lebih baik?”. Pertanyaan ini harus Anda jawab melalui komunikasi yang Anda lakukan dengan calon pembeli Anda. Tidak peduli tawaran itu tanginble maupun intangible. Barang maupun ide.

Dengan begitu Anda harus memberikan informasi, apa saja yang dapat dilakukan oleh product Anda dalam hal membuat hidup calon pembeli Anda lebih baik. Misalnya, “Calon pembeli Anda akan lebih percaya diri!”, “Akan lebih berani!” “Akan lebih sukses”. “Akan lebih efisien” dan seterusnya. Anda harus mencari” highest first” dari kemampuan product Anda dalam hal membuat hidup pelanggan Anda lebih baik.

Highest first cukup 1 atau 2 hal saja, maksimal 3. Karena kalua terlalu banyak malah pesan Anda tidak efektif. Tidak ada yang bisa diingat calon pembeli Anda jika terlalu banyak hal yang Anda sampaikan.

3. Menampilkan Produk Yang Sulit Dipahami Pembaca

Ini sering terjadi, banyak para blogger yang menampilkan gambar yang kurang sinkron dengan gambaran akhir seperti apa jika pelangan menggunakan product atau service Anda. Sehingga pembaca atau calon pelanggan Anda menjadi kebingungan.

Hal lain yang membuat product Anda sulit dipahami adalah tidak membreakdown secara terstruktur menjadi 3 maksimal 4 kategori. Dalam ukuran yang “bite size” sekali gigit dan kunyah pikiran bawah sadar calon pmbeli anda. Jika kategori terlalu banyak maka mereka malah bingung.

4. Blog Yang Terlalu Rumit dan Membingungkan

Halaman “Home” atau first page Anda terlalu rumit. Terlalu banyak informasi. Sehingga membombardir pikiran pembaca terlau banyak informasi. Sedangkan mereka hanya memiliki 8 detik untuk memutuskan Blog Anda menarik atau tidak. Apa inti pesan yang Anda sampaikan pada kesempatan pertama mereka melihat blog Anda malah terlupakan, saking banyaknya informasi.

Cukup 2 maksimal 3 pesan utama apa yang Anda ingin sampaikan pada halaman pertama Blog Anda. Supaya meskipun pembaca Anda tidak melanjutkan ke halaman berikutnya, mereka akan ingat 1 atau 2 pesan inti yang Anda sampaikan pada kesempatan pertama mereka.

5. Gambar Yang Tidak Memvisualisasikan Ending

Gambar sangat penting untuk mendukung pesan yang Anda sampaikan. Gambar yang baik akan membuat Blog dan artikel Anda semakin menarik dan memiliki kekuatan pengaruh semakin besar.

Namun jika gambar yang Anda tampilkan kualitasnya kurang baik maka justru akan berakibat sebaliknya. Apalagi gambar yang kurang relevan dengan nisi artikel atau pesan. Justru akan kontra produktif. Jika Anda memasang gambar baik di laman utama maupun artikel, usahakan gambar itu memvisualisasikan gambaran akhir setelah mereka memakai atau menerapkan product atau saran artikel Anda.

6. Artikel Yang Tidak Menarik.

Artikel yang kurang menarik atau tidak kredible akan ditinggalkan pembacanya. Buatlah artikel yang bermanfaat dan beda dari artikel yang lain. Jika pembaca Anda menemukan informasi yang sama atau sudah mereka ketahui maka mereka akan manganggap artikel Anda bahkan Blog Anda tidak memberikan manfaat lebih buat mereka. Maka mereka akan malas untuk mkembali lagi mengunjungi Blog Anda.

Buatlah artikel yang berbobot dan kredible. Yang akan memberikan informasi berharga buat pembaca Anda. Jika mereka mendapatkan manfaat maka mereka akan menantikan artikel-artikel Anda selanjutnya.

Bagaimana membuat artikel yang menarik dan berbobot? Yang memberikan manfaat melebihi blog-blog yang lain? Silakan Anda baca artikel sebelumnya, Klik: Bagaimana Meningkatkan Pengunjung Web Tanpa Iklan.

7. Email Marketing Yang Payah.

Setelah Anda memiliki banyak pengunjung dan Anda sudah memiliki database calon pembeli langkah selanjutnya adalah menjalin relationship secara lebih personal melalui email. Bagaimana menginfluence mereka melalui email yang harus terkesan friendly dan tidak salesy.

Email Anda harus dibuat sedemikian rupa seperti mereka menerima email dari seorang teman. Bukan seperti dari orang asing. Dengan demikian mereka merasa nyaman karena mendapatkan email dari teman dekat atau seorang sahabat. Mereka akan dengan senang hati untuk membaca pesan Anda. Namun jika email Anda terlalu kaku, formal dan tidak friendly, maka mereka akan merasa asing dan mendelete email Anda.

Nasihat Guru dari Para Guru Kesuksesan, Jim Rohn

Seorang guru dari para guru kesuksesan memiliki pesan brilliant, pesan Alam yang tak pernah gagal.

“You Can Not Chase Success, You Only Can Attract Them, Attract With Knowledge” ~ Jim Rohn

Kalau ingin menangkap ayam, jangan dikejar nanti kita akan lelah dan ayam pun makin menjauh. Berikanlah ia beras dan makanan, nanti ia akan mendatangi Anda dan dengan mudah Anda dapat menangkapnya.

Begitulah kesuksesan, berusahalah dengan baik. Jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburunya. Kerja pagi, siang, malam sampai pagi lagi mengejar-ngejar, hasilnya akan sedikit dan kurang memuaskan.

Jika ingin banyak sukses, Anda harus menarik mereka. Menarik dengan apa? Menarik dengan knowledge, pengetahuan. Magnet kesuksesan adalah pengetahuan.

Seringlah memberi, baik itu pengetahuan yang bermanfaat bagi orang lain maupun materi. Maka semua itu akan kembali kepadamu secara luar biasa yang Anda tidak akan pernah tahu kapan dan bagaimana, itu rahasia Alam.

Kalau ingin memelihara kupu-kupu. Jangan mengejar dan menangkapnya. Hal itu akan sulit. Karena mereka pasti akan terbang tinggi. Menanamlah bunga, maka kupu-kupu akan mendatangi bunga Anda, menari dan membentangkan sayapnya yang cantik.

Bahkan yang datang bukan hanya kupu-kupu, namun juga lebah yang memberi Anda madu dan buah karena penyerbukannya.

Capung dan kumbang beraneka jenis dan warna pun juga mendatangi kebun bunga yang semakin membawa keindahan kebun kehidupan Anda.

Sama dengan Blog dan bisnis Anda, jika ingin kesuksesan maka Anda harus menerapkan prinsip pesan Alam di atas.

Berani Mengambil Keputusan Adalah Langkah Awal Kesuksesan

Jika Anda menghindari kesalahan-kesalahan di atas atau memperbaiknya. Maka Anda akan pelan namun pasti menjadikan Blog Anda banyak dikunjungi orang. Blog Anda akan disukai dan diviralkan banyak orang.

Inilah saat tepat Anda memutuskan melakukan hal baru ini.

Jika Anda masih menggunakan cara lama, maka hasilnya akan tetap kurang memuaskan.

Lakukan hal baru, maka Anda akan mendapatkan hasil baru yang lebih baik.

Step By Step Bagaimana Membangun Digital Branding Yang Kuat

Sebagian besar pebisnis mengetahui apa itu branding, dan mengapa itu penting. Jika Anda masih kurang yakin tentang apa dan mengapa pentingnya Branding, silakan membaca artikel saya sebelumnya. Klik: Mengapa Branding Sangat Penting?

Nah setelah membaca artikel saya sebelumnya dari link di atas, sekarang Anda mengetahui manfaat Branding. Namun sekarang Anda jadi bertanya-tanya bagaimana membuat Brand yang baik. Yang menarik dan mudah dipahami calon pelanggan Anda. Dan yang paling penting adalah bagaimana menjadikan Brand Anda Branded. Bagaimana Brand Anda ada di dalam pikiran bawah sadar pelanggan maupun calon pelanggan Anda.

Seperti jika Anda mendengar kata mie ayam, mungkin yang muncul di benak Anda ada beberapa penjual mie ayam, diantaranya adalah Bakmie GM. Manakala telinga Anda baru mendengar kata ayam goreng, pikiran Anda langsung melayang ke KFC. Demikian juga manakala Anda mendengar kata tas, beberapa Brand muncul, LV, Hermes dan lain-lain. Itulah kekuatan Branded.

Bagaimana jika menjual produk tanpa memiliki Brand terlebih dulu, apakah salah? Tentu tidak ada yang salah. Yang menjadi soal bukan salah atau benar, namun apakah akan mencapai efektif dan efisien atau tidak. Jika belum memiliki Brand sudah gencar jualan dan mulai laku, akan kurang efektif dan hasil yang berlipat jika dibandingkan jualan yang sudah memiliki Brand. Meskipun Brand itu baru.

Karena Anda hanya jualan produk tapi tidak membangun Brand. Bagaimana akan bisa berkesinambungan dan Branded? Mana mungkin Branded tanpa Branding?

Kerugian Menjual Produk Tanpa Membangun Brand Terlebih Dulu

Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan seorang muda yang membuka usaha pembuatan kaos. Designnya cukup menarik dan mengkhususkan bahan 100% katun.

Saya amati design-design kaosnya memang menarik. Banyak orang juga bilang demikian. Juga bahan-bahannya yang 100% katun sehingga akan nyaman dipakai serta cepat menyerap keringat dan kering. Sehingga cocok dipakai diberbagai situasi, terutama di situasi yang panas dan gerah.

Anak muda ini bercerita bahwa sistem marketingnya sudah menggunakan sistem digital, yaitu dengan bekerja sama dengan hampir semua market place di Indonesia. Sebut saja Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli, Sophee dan yang lainya. Packagingnya beda dengan yang lain, malah kelihatan lain daripada yang lain. Anak muda ini cukup yakin akan banyak laku dan disukai orang.

Dia memberikan satu packaging dari carton bergambar, berbentuk bumbung namun tidak bulat, melainkan bumbung segi enam dengan gambar berdesaign elegant kepada saya. Saya menerimanya kemudian mengamati, packagingnya kemudian membuka kaosnya. Membolak-mbalik baik packaging dan kaosnya. Anak muda itu bertanya,nyari apa nya Mas? Saya mencari Brand nya. Ternyata yang saya temukan baik di kasos mapun packagingnya hanyalah logo. Bukan Brand.

Saya bertanya singkat, sudah membuat Brand? Dijawabnya, apa itu Brand Mas? Kemudian saya jelaskan singkat apa itu Branding dan mengapa penting. Apalagi membuat Digital Branding di jaman now ini, sangat penting. Dijawabnya belum, karena menurutnya yang penting jualan dulu di market place karena cepat laku.

Saya (S): Kalo sudah laku dan terdeliver, dan pembeli Anda suka, kemudian ingin membeli lagi. Bagaimana cara dia menghubungi Anda?

Anak Muda (AM): Dia jawab, ya mereka searching lagi di market place dengan kata kunci maupun tagar”.

S: Apakah itu mudah mereka lakukan dan cepat menemukan listing Anda di market place?

AM: Oh iya..ya…karena yang menjual dengan kata kunci atau tagar saya ini, “kaos”. Banyak sekali di market place.,,,, Tapi saya sudah menuliskan nomer tilpon saya di packaging Mas.

S: Ok, bagus. Kalau mereka nanya produknya apa saja dan design-design lainya seperti apa. Bagaimana Mas?

AM: Ya saya coba jelasin by tilpon Mas?

S: Apakah itu efektif dan efisien? Apakah mereka mudah mengerti dan memahami apa yang Mas jelaskan melalui tilpon?

AM: Oh iya…ya. Tapikan saya bisa mengirimkan email setalah meminta alamat emailnya?

S: Apakah itu efisien? Artinya, jika setiap orang meminta itu, kemudian Anda mengirimkan email satu-persatu? Bagaimana kalau Anda pas lagi sibuk saat itu dan pengiriman email tertunda bahkan sampai besoknya. Apakah tidak keburu “masuk angin” dan beralih order ke orang lain?

AM: hmmmm iya juga ya…

S: Bagaimana jika dari sisi Anda yang pro aktif. Artinya Anda mungkin membuat sesuatu atau produk yang baru. Dan ingin memberitahukan kepada orang-orang yang sudah membeli produk Anda sebelumnya. Apakah Anda dengan mudah, efektif dan efisien mengkomunikasikan produk baru, event-event maupun apapun yang sedang Anda lakukan ke konsumen Anda?

AM: Wah iya…ya…saya tidak memiliki kontak mereka.

S: Iya betul, yang memiliki kontak pelanggan Anda adalah market place. Mereka yang punya database pelanggan Anda. Sehingga market place itu bisa menghubungi dan menawarkan produk-produk lain kepada pembeli Anda, dan sangat mungkin bukan produk Anda, bisa jadi produk pesaing Anda. Jika demikian Anda hanya penjual produk dan mendapatkan uang saja. Repeat order akan kecil.

Ini akan kurang efektif, apalagi kalau melihat research dan statistic. Bahwa menjual produk kepada orang yang pernah membeli produk Anda adalah 15 kali lebih mudah dibanding Anda menjual kapada orang baru (yang belum pernah membeli dari Anda). Juga biaya untuk mengakuisisi pelanggan baru adalah 6 kali lebih besar daripada mempertahankan pelanggan lama.

AM: Oh…gitu ya Mas. Bagaimana sebaiknya ya Mas? Bagaimana cara membuat Branding yang baik Mas.

S: Dalam era digital seperti sekarang ini, lebih dimudahkan membangun Brand dan memperkenalkanya kepada banyak orang melalui digital. Inilah yang saya sebut Digital Branding. Anda harus membuat Website, Blog atau Fanpage tempat dimana kantor bisnis Anda. Tempat dimana Anda tinggal menempatkan semua aktivitas bisnis Anda ( Brand Anda). Logo, produk, event-event, testimoni, tentang bisnis Anda dengan lebih efisien. Anda cukup sekali membuat dan mengupdatenya, dan dengan mudah, cepat dan efisien menjadikan media komunikasi ke banyak orang tanpa berbusa-busa menjelaskan satu persatu berulang-ulang.

Anda juga bisa tulis alamat web site Anda baik di kaos bagian dalamnya, maupun di packaging Anda. Sehingga mereka yang sudah membeli dengan mudah bisa menghubungi Anda kembali tanpa melewati market place maupun media iklan yang lebih sulit untuk menemukan Anda kembali. Maupun mereka bisa mudah mereferensikan produk dan bisnis Anda, cukup mereka menginformasikan alamat web Anda ke teman-teman meraka. Bagaimana?

AM: Wow…sangat powerful dan efisien ya Mas? Terus-terus, bagaimana cara membangun Brand dari awal?

7 Langkah Bagaimana Membangun Brand Kuat yang Jelas, Ringkas dan Menarik

Brand mencakup semua yang Anda lakukan dalam bisnis Anda, baik tangible maupun yang intangible. Mulai dari logo, produk, jasa, memasarkan, menjual, berkomunikasi, melakukan customer servis dan semua aktivitas bisnis memengaruhi Branding Anda.

Pertama-tama Anda harus jelas betul dan paham mengenai 7 langkah memulai membangun Brand. Anda harus paham, siapa customer Anda, apa yang mereka inginkan, problem yang mereka miliki dan menjadi kendala mereka meraih keinginkan mereka. Kemudian siapa diri Anda dalam hal apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu customer Anda mencapai apa yang diinginkannya. Apa visi,misi, product dan solusi yang Anda miliki. Apa akibat jika customer tidak memakai produk/solusi Anda dan apa yang akan terjadi jika customer Anda memakai produk/solusi Anda. Manfaat apa yang mereka dapatkan?

Seperti apa detail langkah-langkahnya, mari kita simak:

  1. Siapa customer Anda?
    Tuliskanlah siapa customer Anda. Ini adalah target market Anda. Siapa saja yang memiliki permasalahan dimana bisnis dan produk Anda merupakan solusinya. Dalam bisnis, hal yang paling penting adalah adanya pembeli, clients atau customer. Jika mereka tidak jelas untuk Anda, maka bagaimana Bisnis Anda akan bisa bertahan?
  2. Apa yang mereka inginkan
    Tuliskanlah apa saja yang mereka inginkan. Buatlah daftar keinginan-keinginan calon customer Anda. Kemudian pilihlah beberapa highest first nya. Prioritaskan dan urutkanlah dari peluang yang paling besar produk Anda bisa memenuhi keinginan mereka. Pilihlah 3 maksimal 4 keinginan-keinginan utama calon clients Anda dan komunikasikan ini kepada meraka. Jika komunikasi Anda baik, maka mereka akan berpersepsi Anda memahami keinginan-keinginan meraka. Kemudiam mereka akan timbul trust kepada Anda dan Bisnis Anda. Setelah mereka timbul trust maka Anda akan lebih mudah untuk menjual prosuk-produk Anda kepada mereka.
  3. Apa permasalahan mereka?
    Identifikasilah semua permasalahan yang calon customer Anda hadapi. Permasalahan apa saja yang menghalangi mereka untuk mencapai apa yang mereka inginkan pada point 2 di atas. Prosesnya sama dengan point no 2, prioritaskan dan urutkan permasalahan-permasalahan itu. Ambil 3 atau maksimal 4 untuk Anda komunikasikan kepada meraka.
    Mengkomunikasikan permasalahan dengan tepat akan menimbulkan kesan bahwa Anda mengerti dan paham permasalahan yang mereka hadapi. Dan otomatis dalam pikiran bawah sadarnya akan percaya Anda juga mempunyai solusinya. Jika seseorang menyadari Anda mengetahui permasalahannya, mereka percaya Anda juga memiliki solusinya. Dengan begini Anda akan lebih mudah untuk memnjual solusi Anda.
  4. Siapa Anda?
    Ada dua hal yang harus Anda komunikasikan tentang siapa Anda.
    Pertama, emphaty Anda akan permasalahan yang dihadapi calon customer Anda. Komunikasikan Anda mengerti dan memahami permasalan itu. Buatlah persepsi bahwa Anda adalah dipihak mereka.
    Akan lebih baik jika Anda pernah mengalami hal yang sama dan pernah menyelesaikan permasalahan itu. Atau kalau tidak secara langsung mengalaminya, Anda bisa mengkomunikasikan apa yang telah Anda alami berkenaan dengan permasalahan itu. Mungkin Anda pernah memberikan solusi untuk klien Anda, teman, atau saudara. Ini akan membuat calon pelanggan Anda mulai menyukai Anda.
    Kedua, authority akan kepemilikan solusi bagi permasalahan yang dimiliki calon customer Anda. Dengan mengkomunikasikan authority yang Anda miliki dengan benar, maka akan mulai muncul kepercayaan dari calon pelanggan Anda.
  5. Apa Visi-Misi-Product-Solusi Anda.
    Jika Anda menuliskan Kami adalah….kemudian disusul Visi:…..Misi:…..Product Kami:……………Ini akan jarang dibaca orang. Karena ini yang disebut komunikasi I centris, bukan customer centris. Sebaiknya kata-kata, Kami, Visi, Misi dan Product Kami sudah tidak muncul lagi di website maupun “about us” Anda. Tidak akan di baca orang.
    Tulislah itu semua dalam bentuk narasi dan storytelling yang menarik. Sehingga banyak orang akan membacanya. Khusus untuk produk, plan atau solusi yang Anda miliki disajikan dalam “bite size”, buatlah pembaca Anda langsung bisa mengerti solusi Anda “sekali gigit”. Misalnya dalam langkah 1,2,3….pecahlah menjadi kecil-kecil antara 3 dan maksimal 4 point/kategori product atau solusi.
  6. Gambaran mereka jika tidak memakai produk/solusi Anda
    Komunikasikan dengan jelas apa yang akan dialami calon pelanggan Anda jika tidak segera menerapkan solusi yang Anda tawarkan di atas dalam kata-kata yang mentriger emosional meraka, internal sense mereka. Satu kalimat saja, maksimal 2 kalimat.
  7. Manfaat jika mereka menggunakan produk/solusi Anda.
    Dan terakhir berikan gambaran jelas dan nyata apa yang akan dialami oleh calon pelanggan Anda jika mereka menggunakan solusi Anda. Gambaran akhir apa yang akan mereka alami setelah menggunakan solusi Anda di atas. Maksimal 2 kalimat saja. Jelas, Ringkas dan Menginfluence emosional.

Itu semua harus dituliskan dalam storytelling yang menarik. Beralur naik turun seperti scenario jalannya film box office. Inilah yang disebut Branscript dan tempatkan ini dalam website Anda di menu “About Us”. Ringkas ini menjadi 3 maksimal 4 kalimat menjadi yang dinamakan “Short Brandscript” dan tempatkan ini di bagian paling bawah “Home” website Anda.

Berikut ini contoh Branscript-content dari “About Us”.

“ Jika Anda seorang blogger, vlogger dan podcaster yang ingin meningkatkan traffic secara lebih murah. Atau Anda adalah seorang digital entrepreneur atau manager, jajaran executive korporasi perusahaan yang ingin sukses lebih cepat dengan biaya dan waktu lebih hemat.

Maka website ini tepat untuk Anda.

Dalam menjalankan bisnis digital, Anda mungkin menghadapi tantangan dan masalah seperti silih berganti, termasuk yang traffic tak kunjung bertambah. Sales Anda selalu impas dengan biaya iklan, tak jarang Anda malah rugi.

Banyak Sstrategi dan tindakan yang tidak membuahkan hasil maksimal menggerus rasa percaya diri Anda. Membuat frustasi yang berakibat pada potensi kegagalan, alih-alih sukses meraih mimpi.

Diam berarti semakin mendekati “mati”. Dilema pun tak bisa Anda hindari. Mau terus atau berhenti?

Janganlah khawatir lagi…

Kami pernah mengalami dan melewati masa-masa ini. Jatuh bangun bekerja keras untuk sukses di digital bisnis.
Belasan tahun berpengalaman di bidang telekomunikasi, IT dan digital bisnis. Sudah belasan blog dan website gonta ganti tak kunjung berhenti. Inipun semua sudah kami alami.

Kami juga berpengalaman sebagai International Acredited WordPress Worldwide. Serta ahli dibidang support dan trouble shooting masalah-masalah wordpress.

Pekerjaan kami juga mensupport pasar wordpress dunia dan menyelesaikan semua permasalahan wordpress, blog dan website mereka.

Kami semakin percaya diri. Dengan terus belajar dan mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman dari pembelajar sukses berkelas dunia yang sudah terbukti.

Kami ingin bisa membantu menaikan traffic dan revenue Anda sampai dua kali lipat. Dengan biaya dan waktu yang lebih efisien.

Harapan kami bisa mengurangi frustasi dan menaikan percaya diri setiap perusahaan dan pebisnis digital di Indonesia. Meraih kesuksesan dan impian mereka.

Dengan Digital Bisnis Roadmap (diboze.com) sebagai penunjuk arah jalan yang efektif dan efisien. Langkah kami semakin mudah dan sederhana. Namun sangat powerful karena sudah terbukti.

Dengan 3 peta jalan di bawah ini,langkah demi langkah, dari end to end. Lengkap dan holistic.

Ketiga Roadmap kami ini sudah terbukti:

  1. Branding Roadmap. Langkah-langkah branding yang jelas dan kuat.
  2. Copywriting Roadmap. Komunikasi website, sales pages, artikel yang menghasilkan traffic besar dengan biaya lebih murah dan waktu yang lebih efisien.
  3. Digital Marketing Roadmap. Kemampuan me-monetize dalam skala besar yang otomatis, menjauhkan Anda dari kerumitan dan keribetan.

Jika Anda tidak ingin boros dan gagal dalam digital bisnis. Anda harus memiliki roadmap yang jelas dan terbukti.
Roadmap jalan ini sudah terbukti, jika dilalui maka Anda pun juga akan sampai tujuan dengan lebih cepat dan mudah.”

Dari statistic yang mengubah atau menambahkan Branscript ini dalam websitenya selalu mengalami hal yang positif. Setidaknya awareness dan jumlah visitor mereka akan meningkat.

Inilah saatnya bagi Anda untuk berubah lebih baik. Coba dan terapkan langkah ini dan dapatkan hasil baru yang lebih baik.

Semoga Sukses Selalu.

Salam damai sejahtera untuk Anda dan keluarga.

Ery Prasetyawan.
Diboze.com

https://www.facebook.com/diboze

8 Detik Yang Menentukan Kesuksesan Digital Bisnis Anda

Jika Anda mendambakan kesuksesan digital bisnis Anda. Cermati artikel berikut ini. Bisa jadi inilah penyebabnya selama ini trafik Anda selalu jeblok.

Sudah banyak menulis artikel yang kontennya bermanfaat namun hasil trafik nya sama saja. Memposting konten maupun artikel secara rutin sesuai dengan jam premium waktu orang berselancar di internet pun tidak banyak menolong Anda. Berbagai cara termasuk tukar link ke sesama blogger atau di komunitas pun juga sudah dilakukan, hasilnya? Jauh dari memuaskan.

The Average Attention Span On Online Information is 8 Seconds
– American Research

Mungkin Anda sudah membaca artikel sebelumnya tentang bagaimana struktur penulisan konten atau artikel yang menarik berdasarkan akronim P.A.S.T.O.R. Namun hasilnya tak jauh berbeda. (Bagi Anda yang belum membaca bagaimana menulis artikel yang jelas, ringkas dan menarik, silakan kunjungi: Bagaimana Meningkatkan Pengunjung Web Tanpa Iklan.

Anda mungkin juga mengiklankan konten Anda namun hasilnya tidak cukup berarti, malah banyak mengeluarkan biaya. Pelan namun pasti situasi ini mungkin akan membuat Anda frustasi. Jika ini didiamkan maka akan semakin tidak jelas, semakin parah. Mungkin bisa jadi bisnis Anda akan bleeding.

Apa penyebabnya? Bagaimana solusinya?

Sudah saatnya Anda mencari judul yang lebih menarik untuk artikel dan iklan Anda.

Jika Anda menggunakan judul yang buruk, tidak pengaruh seberapa keras Anda bekerja untuk menulis isinya karena tulisan Anda tidak akan dibaca.
– John Caples

Rahasia Sukses Besar Pengiklan dan Penulis Kelas Dunia

Rahasia mereka adalah “Judul”. David Ogilvy adalah salah satu legenda pakar periklanan yang sukses. Simaklah dan pahami sarannya berikut ini:

“Judul adalah bagian paling penting dalam suksesnya iklan. Ini seperti pesan telegram yang akan dipakai calon pembaca untuk memutuskan apakah akan lanjut membaca isi iklan, artikel atau tidak. Judul merupakan bagian 80% nya, sedangkan sisa 20% nya isi tulisanya (kontennya). Judul dibaca orang rata-rata 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan isi tulisannya”.

Lebih lanjut David mengatakan, membuat judul yang menarik akan meningkatkan kekuatan penjualan sepuluh kali lipat.
Apa yang membuat sebuah judul gagal dan yang lain sukses? Banyak penulis artikel, mungkin juga Anda terjebak mempercayai permainan kata-kata, atau kata-kata yang dianggap “lucu” atau “imut” akan menarik minat pembaca.

Faktanya, tidak! Sama sekali tidak.

Ketika Anda memutuskan untuk membeli sesuatu, Anda ingin mendapat penjelasan petugas sales? Atau Anda ingin mendapatkan kualitas barang dengan harga yang wajar?

Tentunya Anda menginginkan produk yang memuaskan kebutuhan Anda dan budget Anda.

Copywriter yang baik memahami hal ini, sehingga mereka menuliskan sesuai selera pembeli, bukan hal yang lucu, imut, atau gimmick yang tidak relevan dan permainan kata saja di judul iklan mereka.

Mereka mengetahui apa yang dicari pikiran bawah sadar pembaca judul iklan, yaitu “what’s in it for me?”. Apa untungnya buat saya?

Judul yang sukses seolah berbicara kepada pembacanya “Hei, berhenti sejenak! Ini adalah sesuatu yang Anda butuhkan”.

Tiga Fungsi Judul Yang Wajib Anda Ketahui Saat Ini Juga

Disamping berfungsi menarik perhatian pembacanya, judul memiliki banyak fungsi dan manfaat., yaitu:

  • Menghentikan fokus perhatian pembaca pada aktivitas pencariannya. Mereka harus berhenti dari kegiatan menscan ke seluruh tulisan pada halaman dan berhenti untuk membaca judulnya.
  • Membangkitkan rasa penasaran sehingga terus membaca bagian iklan atau body tulisan.
  • Memberikan janji baik secara ekplisit maupun implisit yang menarik bagi pembaca untuk terus membaca.

Dengan menerapkan ketiga manfaat judul di atas maka judul artikel di blog, iklan atau posting sosial media maupun judul email Anda akan efektif.

Banyak sekali artikel dan tulisan yang bagus isinya, menarik untuk dibaca. Namun sayangnya, karena judul yang membosankan, alhasil sepi pembaca. Kecuali judul yang membosankan, banyak orang menulis judul pada sesuatu yang terlalu serius, sehingga tidak banyak yang tertarik untuk membaca isinya.

Kebanyakan orang tidak menyukai judul yang terlalu serius, mereka merasa “berat” judulnya.

Nah… jika Anda ingin artikel atau tulisan Anda dibaca banyak orang, Anda sudah tahu apa yang harus Anda lakukan.

Kini saatnya Ada menyimak, kriteria judul yang berkualitas, apa saja itu?

Bagaimana Judul Bisa Menarik Perhatian Pembaca?

3 Kriteria Judul Yang Menarik Pembaca

1. Judul Bisa “Merampok” Perhatian Pembaca.

Judul yang akan menarik perhatian pembaca adalah judul yang berisi tentang minat diri pembacanya. Berikut ini contoh-contohnya:

“Mengapa Mau Gerah Lagi Di Musim Panas Ini?”. Judul yang dipakai oleh Air Conditioning GE.

Cara lain menarik perhatian pembaca saat pertama secara efektif adalah dengan memberikan informasi. Judul yang berisi memberikan informasi biasanya dimulai dengan kata-kata: “Mengungkap…”, “Baru….”. “Memperkenalkan…”, “Saat ini…”, “Baru-baru ini…”, “Pada akhirnya…”, “Baru tiba…”.

Contohnya: “Mengungkap Resep Baru Kami…”, “Memperkenalkan Metode Baru/Produk Kami…”.

Jika Anda ingin menambahkan kata “Gratis” di judul Anda, silakan dilakukan. Sering kata itu menambah kekuatan judul Anda. Bahkan dalam beberapa situasi kata “Gratis” merupakan kata yang paling powerful. Hampir semua orang ingin mendapatkan sesuatu secara gratis.

Contohnya, judul iklan yang saya pakai. “Gratis! Ebook 5 Ringkasan Buku Best Seller Internet Marketing Senilai Rp. 497Rb”.

Kata-kata lain dalam judul yang efektif mendapatkan perhatian pembaca adalah: “Mengapa, Bagaimana Cara, Garansi, Obral, Aman, Cepat, Mudah, Murah, Terbukti, Kesempatan Terakhir, Hasil, “. Pakailah kata-kata itu di antara rangkaian kalimat judul Anda untuk menarik perhatian calon pembaca Anda.

Judul yang berisi informasi yang bermanfaat sangat powerful menarik perhatian pembaca. Informasi yang dijanjikan dalam judul dapat diberikan dalam booklet, flyer atau file yang akan dikirimkan ke calon pembaca.

Contoh: “ Gratis 67 Laporan Terbaru Dari Saham Yang Baru Bertumbuh” ini dipakai Merrill Lynch”. “Lima Langkah Mudah Mengecat Bagian Bawah Tangga Anda” Atau “ Empat Langkah Sederhana Cara Finishing Furniture yang Cantik”.

Ini juga menarik “Bagaimana Mengolah Bebek Agar Empuk, Gurih Dan Bebas Bau Amis”.

Banyak pengiklan dan penulis berusaha mendapatkan perhatian calon pembaca dengan menulis judul yang berisi gimmicks yang tidak bisa dibuktikan pada pembaca bahkan tidak ada hubunganya dengan produk atau konten tulisannya.

Sebuah perusahaan manufaktur pernah mengiklankan dengan memasang foto wanita berpakaian minim. Serta menawarkan mengirimkan foto yang sama kepada para pembacanya jika pembaca memotong kupon dan mengirimkannya.

Apakah tipe iklan ini menarik perhatian? Iya. Apalagi kalo orang suka iseng. Tapi apakah menarik perhatian calon pembeli produk yang ditawarkan? Faktanya, ternyata tidak.

Keisengan untuk mendapatkan perhatian akan menarik banyak keingintahuan orang, namun tidak menarik buat calon pembeli. Hanya sedikit yang akan membeli produk itu dengan cara iseng seperti itu, hanya akan mendapatkan perhatian, tapi bukan penjualan.

Hal ini disebabkan karena calon pembeli menginginkan kejelasan manfaat nyata apa yang didapatkannya jika mereka membeli. Jika hal ini tidak jelas, maka mereka hanya sebatas tertarik, tapi tidak membelinya.

Sekali lagi hindari konsep judul yang hanya berkesan “imut-imut”, lucu, pandai, cerdas, intelek, canggih, menggelitik saja, tanpa ada relevansi dengan isi dan maksud yang ingin Anda sampaikan. Mungkin bisa menghasilkan booming, namun tidak punya kekuatan -penjualan-.

2. Judul Mampu Menyeleksi Calon Pembaca

Kriteria lain judul yang menarik adalah bisa langsung menyeleksi pembacanya dengan efisien. Jika Anda menjual game untuk generasi millenial, harus memiliki judul yang langsung bisa menyeleksi, sehingga para usia lanjut di atas 50 tahun tersaring sudah tidak tertarik.

Berbeda juga jika Anda bertujuan menjual asuransi untuk manula diatas 60 tahun, tidak relevan jika menulis iklan yang menimbulkan respon justru dari para anak muda. Akan lebih berhasil jika Anda menuliskan itu dengan jelas di judul iklan Anda.

Misalnya, “ Untuk Pria dan Wanita Diatas 60 Tahun Yang Membutuhkan Perlindungan Asuransi Jiwa Dengan Premi Terjangkau”.

Contoh lain, iklan menjual mansion seharga di atas 3 Milyar, misalnya. Supaya tepat sasaran dan efisien, Anda perlu menambahkan “Penawaran ini khusus bagi para sahabat yang berkantong tebal saja!”

Bagaimana jika menulis judul untuk menjual mobil sport yang harganya puluhan milyar yang memiliki kekuatan menyeleksi calon pembeli, saran saya seperti ini ”Jika Anda Masih Bertanya Berapa Kilo Meter Per Liternya, Mobil Ini Bukan Untuk Anda”.

Inilah contoh-contoh lainnya, “Kami Mencari Orang Yang Mengajarkan Berenang Pada Balita”. “Jika Tagihan Listrik Anda Boros”. “Untuk Anda Yang Suka Travelling…..”. “Yang Kami Cari Penulis Buku-Buku Remaja”. “Apakah Anda Menyukai Mengajar Dan Mendidik Anak-Anak”. Judul yang terakhir menyeleksi untuk mencari guru-guru PAUD.

3. Judul Dapat Menyampaikan Pesan Keseluruhan

Dalam buku yang ditulis oleh Robert W. Bly menutip pendapat David Ogilvy: 4 dari 5 pembaca akan membaca judulnya saja dan melewatkan isi iklanya. Jika demikian maka judul harus memuat keseluruhan pesan.

Cara ini ternyata mampu menjual kepada 80% pembaca yang hanya membaca judulnya saja. Wow…sangat luar biasa bukan? Anda penasaran seperti apa contohnya?

“Ketahui Sejak Dini, Kerusakan Awal Pada Gigi Dapat Diperbaiki Oleh Colgate!”

Jika pasar Anda adalah para Blogger atau Internet Marketer, Anda bisa memakai judul ini

“Anda Bisa Mendapatkan Banyak Uang Dari Internet Marketing Dengan Strategi Branding Yang Ringkas Dan Jelas, Sekarang Juga”.

Atau jika produk Anda dapat menghemat sesuatu “Merek (Brand), Menghemat Biaya Sampai XX%”.

Rekomendasi dari David Ogilvy adalah memasukan janji Anda (selling promise) dan nama produk/merek Anda dalam satu judul.

Nah… sejauh ini Anda sudah membaca dan mendapatkan banyak informasi dan contoh-contoh membuat judul. Saatnya Anda membuktikan pengaruh dari perubahan judul berikut ini.

Dalam Digital Bisnis, Perubahan Kecil Judul Berdampak Luar Biasa

Pernah mendengar Tickle, sebuah startup yang dilaunching tahun 1999 oleh James Currier, sebuah layanan photo sharing yang sukses. Pernah dua kali breakthroughs dengan hanya mengganti judul. Judul lama “Store Your Photos Online” sangat sedikit trafik websitenya.

Kemudian judul itu diganti dengan “ Share Your Photos Online”. Hasilnya secara instan exponensial, trafiknya meledak.

Hanya dalam waktu 6 bulan Tickle mendapatkan 53 JUTA users!

Diilhami oleh kesuksesan ini Currier membuat web layanan kencan “dating”. Dengan judul atau tagline “ Find a Date”, pertambahan users nya sangat payah. Jauh dari yang diharapkan. Kemudian diubah menjadi :Help People Find a Date”.

Secara pasti banyak sekali users langsung invite teman-teman mereka. Para users tidak hanya ingin dibantu namun juga ingin membantu, mereka suka terlibat dan membantu orang. Ikut membantu, berkontribusi mencarikan kencan untuk teman-teman nya yang masih single. Hasilnya? Bayangkan hanya dalam waktu 8 bulan, melejit sampai 29 juta users.

Inilah solusi yang harus Anda coba dan uji. Ambil beberapa judul dan ujilah mana yang paling menghasilkan. Hemat biaya iklan, namun powerful.

Eli Pariser seorang pemilik Upworthy digital bisnis dalam bidang berita dengan pertumbuhan pembaca tercepat saat ini di dunia, membagikan sarannya: “ sebuah judul yang baik dapat menghasilkan perbedaan dari 1.000 menjadi 1.000.000 pembaca”.

Ebook Lengkap Tentang Judul, GRATIS Untuk Anda.

Jika Anda ingin memperdalam pengetahuan tentang bagaimana membuat judul dan sub judul yang menarik dan powerful. Juga ingin mendapatkan template-template judul dan contoh-contohnya. Kami sudah menuliskan Ebook tentang judul dan sub judul yang bisa Anda miliki secara GRATIS!

Ebook ini berisi:

  • 6 Kriteria judul yang menarik pembaca.
  • 11 macam template dan contoh judul yang pasti sangat powerful.
  • Dilengkapi dengan 19 bank judul yang bisa Anda pakai, pilih sesuai dengan artikel atau iklan Anda.

Jika Anda berminat Ebook ini, silakan klik DI SINI.

Kami akan mengirimkan link ke alamat email Anda. Segera Anda akan dapat mendownloadnya.

Jika Anda memiliki judul yang bagus. Anda akan memiliki iklan yang menarik. Akan tetapi sekalipun copywriter terhebat tidak akan dapat “menyelamatkan” iklan dengan judul yang payah.
– John Caples

Saat Tepat Untuk Anda Praktikkan

Anda berada di titik keputusan. Anda dapat melanjutkan perjalanan, jalan lama Anda, jalur yang telah Anda lalui. Yang sering dilalui banyak orang juga. Atau Anda dapat memilih jalan yang jarang dilalui orang. Jalur lama Anda akan menghasilkan yang sama seperti yang selalu Anda terima saat ini.

Tetapi jika Anda ingin sesuatu yang berbeda terjadi, jika Anda ingin mengubah arah digital bisnis. Anda harus melakukan sesuatu yang berbeda. Buat pilihan baru, dan dapatkan hasil baru Anda.

Terima kasih sudah membaca artikel ini.

Jika menurut Anda informasi ini bermanfaat, silahkan untuk disebar-luaskan.

Atau kami akan sangat senang jika Anda bersedia memberikan komentar dan masukan di bawah ini.

Semoga Sukses Selalu.
Salam Damai Untuk Anda dan Keluarga.
Ery Prasetyawan

N.B: 

Ayo! gabung komunitas dan networking kami:

https://www.facebook.com/diboze

Go to Top