Inilah Kunci Sukses Memenangkan Persaingan Bisnis Market Place dan E-Commerce

by

Semakin banyaknya E-commerce atau market place bermunculan dari mulai yang kelas berat sebut saja Tokopedia, Bukalapak, Lazada, JD, Blibli dan beberapa lagi di kelas ini. Juga kelas menengah bertambah banyak apalagi yang kelas usaha kecil, sebut saja olshop-olshop berseliweran di dunia digital Indonesia sekarang ini.

Meskipun baru beberapa tahun keberadaan mereka di dunia bisnis digital namun mereka sudah harus bersaing ketat, semakin hari semakin ketat. Karena semakin banyaknya dan mudahnya bisnis ecommerce ini bermunculan. Betapa tidak, dari sisi product yang mereka jual mirip, bahkan sebagian besar sama. Sampai merknya pun juga sama.

Kemudian timbul pertanyaan, siapakah yang akan bertahan dan menang bersaing?

Jika Anda pemilik usaha jenis ini, atau mungkin Anda karyawannya, maka artikel ini layak untuk Anda baca sampai tuntas.

Mungkin Anda merasakan begitu ketatnya persaingan di e-commerce ini. Semakin hari-semakin ketat. Memaksa semua untuk terus melakukan terobosan-terobosan, inovasi-inovasi yang kreatif. Diperlukan “nafas” dan konsistensi yang panjang untuk dapat bertahan apalagi berkembang.

Situasi semakin sulit dan tidak menentu jika mau mundur akan ajur karena sudah lumayan banyak modal uang keluar, juga tenaga dan waktu yang di investasikan. Mau terus maju, perlu”napas” tambahan bahkan sudah perlu “napas” buatan yang tak kalah sulit mendapatkannya.

Apa yang harus dilakukan?

Pembelajaran Sukses dari Market Place No1 di Dunia yang Melegenda

Zappos adalah salah satu market place terbaik di dunia saat ini. Berdiri sejak tahun 1999. Hanya memerlukan waktu sepuluh tahun untuk mencapai nilai perusahaan 1,2 milyar dollar. Dibeli oleh Amazon tahun 2009. Menjual sepatu secara online pada awalnya, kemudian diikuti dengan produk-produk pakaian.

Baru setahun berdiri, pada tahun 2000 membukukan revenue 1,6 juta dollar. Pada tahun 2001 revenuenya lompat 6 kali lipat menjadi 8,6 juta dollar. Tiga tahun setelah itu, pada tahun 2004, 184 juta dollar Amerika. Tak hanya itu, tiga tahun kemudian, tahun 2007, revenuenya mencapai 840 juta dollar Amerika.

Dan akhir-akhir ini Zappos membukukan 93% dari revenue tahunannya dari repeat order tanpa mengeluarkan biaya iklan. Inilah yeng membuat Zappos menjadi top market place dan melegenda. Sampai saat ini belum pernah ada Market Place lain yang bisa mencapai prestasi ini.

Mengapa bisa secepat itu? Apa rahasianya?

Bayangkan betapa sulitnya menjual sepatu online di tahun 1999. Banyak sekali tantangan dan hambatannya. Hanya sedikit sekali orang yang berani membeli sepatu secara online pada masa itu. Para calon pembeli banyak yang ragu-ragu akan sistem membeli secara online. Masih belum biasa, sehingga banyak yang takut membeli secara online, apalagi produk yang di jual adalah sepatu.

Ada yang kawatir ukuranya tidak pas. Sebagian lagi takut bodong, uang di bayarkan tapi barang tidak sampai. Warna berbeda. Sulit untuk mengembalikan jika tidak cocok dan masih banyak sekali keraguan, kekawatiran dan ketakutan  orang membeli sepatu secara online pada tahun 1999.

Apa yang dilakukan Zappos untuk membuat mereka percaya? Dan mau membeli?

Inilah Yang Dilakukan Zappos Untuk Membuat Calon Pembeli Percaya

Zappos melakukan promosi: Ayo beli sepatu online… jika tidak cocok, bisa dikembalikan, ongkir free tanpa ditanya satu pertanyaan pun dan anti ribet.

Hasilnya?

Orang mulai membeli, dan kabar baiknya yang mengembalikan tidak banyak. Inilah titik mula Zappos sukses. Dari kesuksean ini maka semakin banyak pemain baru dalam berjualan sepatu online. Timbulah persaingan di antara mereka.

Untuk memenangkan persaingan itu maka diperlukan promosi yang lebih gencar, bahkan harus beriklan yang mengeluarkan biaya tidak sedikit. Akibatnya keuntungan jadi tergerus untuk biaya iklan dan marketing. Semakin sengit persaingan maka semakin besar biaya marketing untuk memenangkannya.

Sehingga yang kalah dalam persaingan itu harus merogoh kocek semakin banyak sehingga malah merugi. Mereka yang kalah itu pada mulanya berpikir, tidak apa-apa keluar banyak untuk marketing, toh nanti uang bisa balik lagi dengan penjualan yang sukses. Ini yang disebut-sebut sebagai “bakar uang”. Tapi ternyata banyak uang marketing yang keluar itu akhirnya tidak balik-balik. Jadinya rugi besar, bangkrut dan tutup.

Kalau demikian, alangkah bagusnya memenangkan persaingan dengan sedikit biaya marketing. Disamping pada awalnya tidak memerlukan modal kapital yang besar, juga menghindari bakar uang di muka yang belum tentu bisa kembali di kemudian hari. Melakukan yang kepastian nya lebih besar, daripada bakar uang dan uang tidak bisa kembali.

Inilah yang selalu dipikirkan oleh para pendiri Zappos termasuk Tony Hsieh sebagai CEOnya. Strategy marketing apa yang dilakukan oleh Zappos sehingga memenangkan persaingan di industry ini?

“We sell shoes, but our product is customer service” – Zappos.

Sukses berkelanjutan yang dicapai Zappos karena beberapa strategy yang diterapkan secara konsisten dan sungguh-sungguh. Yang paling utama adalah menerapkan strategy customer service sebagai bagian dari marketing yang low cost high impact. Mereka sangat intens dan konsisten menerapkan customer service ini, dimulai dari penetapan “Service Culture” yang mau dibangun. Zappos menetapkan service culture nya adalah “Service” is our main product.
Hal ini menjadikan mereka memutuskan dengan tepat apapun strategi-strategi lain yang harus diterapkan berdasar pada strategi ini.

Termasuk strategi perekrutan karyawan yang menjadi hal paling penting dalam bisnis. Coba jika mereka menetapkan main productnya adalah sepatu, keputusan berikutnya adalah mencari orang yang passionate dan talented di bidang sepatu. Namun ini bukanlah keputusan Zappos.

Karena memutuskan bahwa main product mereka adalah customer service, maka mereka mencari karyawan yang passionate dan talented dalam hal customer service, bukan sepatu.

Salah satu cara yang unik untuk mendapatkannya adalah dengan menyaring mereka berdasarkan service culture, setelah mereka dinyatakan diterima. Kemudian mereka diberikan training khusus tentang culture customer service Zappos selama beberapa Minggu.

Dalam training pun mereka masih melakukan penyaringan, sehingga ada beberapa peserta training yang tidak lulus dan gugur. Artinya trainingnya pun juga berkualitas dan sungguh-sungguh. Memberi pesan kepada peserta untuk tetap selalu sungguh-sungguh dalam mengikuti training.

Setelah mendapatkan para peserta yang lulus training, sebelum mereka masuk kerja. Satu persatu diundang untuk bertemu Tony Hsieh, CEO yang secara langsung memberikan ucapan selamat, namun dalam kesempatan itu CEO juga menawarkan uang sampai 4.000 dollar Amerika jika mau mengundurkan diri hari itu juga.

Banyakkah yang mengambil tawaran itu? Ternyata tidak banyak. Yang tidak mengambil tawaran itu setelah ditanya, mereka mengatakan “Saya ingin sekali bekerja di sini, karena saya sangat suka menjadi customer service. Jiwa saya adalah jiwa customer service sejati”. Inilah penyaringan unik yang dilakukan Zappos untuk mendapatkan orag yang tepat dan nomer 1 dalam menservice customer dengan sepenuh hati.

Hasilnya mereka mendapatkan karyawan yang passionate customer service. Zappos berhasil mendapatkan the right man on the right place.

Juara Gulat Bertangan Satu

Zappos terus secara konsisten melatih dan mengembangkan sistem customer service yang semakin hari semakin baik. Sehingga tidak banyak yang bisa meniru apalagi menyainginya. Zappos adalah juaranya dalam urusan customer service dan mendapatkan revenue dari repeat order. Sampai saat ini Zappos menjadi the best practice dan tempat rujukan sistem customer service dari seluruh penjuru dunia, karena memang juaranya.

Ini mengingatkan saya pada sebuah cerita juara gulat berlengan satu:

Adalah seorang guru gulat nomer wahid yang sangat sakti dalam menciptakan pegulat-pegulat tangguh. Suatu hari dia berjalan melewati sebuah desa nelayan yang baru saja diserang kawanan perampok laut yang bengis, tidak hanya mengambil semua harta bendanya namun juga membunuh semua penduduknya.

Guru ini kemudian bergegas memeriksa manatahu ada yang masih hidup yang bisa ia selamatkan. Suasana sangat mencekam, mayat bergelimpangan dimana-mana. Sunyi tanpa suara, tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi. Guru itu bergegas mencari suara bayi itu dan menemukannya. Ah…bayi laki-laki ini selamat. Gumamnya, disusul suara lirihh wanita yang sekarat dari sisinya. “Tuan…too….longng annnaakku” sambal matanya sedikit terbuka mulutnya sudahh sulit dia gerakkan. Guru itu pun iba dan “Baik saya berjanji merawat anak ini”…setelah itu ibu bayi itu pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Bayi itu pun menangis terus dan banyak darah melumuri tubuhnya. Setelah Guru itu memeriksa dengan perlahan mengangkatnya ternyata lengan kiri bayi ini putus terkena sabetan golok perampok. Dengan cepat dia mengangkat bayi ini, dan merawat tanganya yang buntung agar darahnya berhenti keluar.

Setelah beberapa tahun merawat bayi ini di padepokan gulatnya, maka dia juga melatih anak ini berlatih gulat. Meskipun dia memiliki harapan yang tipis bahwa anak ini jago gulat, karena mengingat lenganya hanya satu. Belum pernah dia memiliki jurus khusus gulat untuk orang yang hanya memiliki 1 lengan. Maka sejak saat itu, Guru bijaksana ini mencari cara untuk menciptakan jurus gulat ampuh khiusus untuk orang yang berlengan 1, lengan kanan.

Setelah anak ini remaja, semakin semangat dia berlatih dan memiliki keinginan yang kuat sekali menjadi juara gulat. Maka dia tekun berlatih dan juga mengikuti turnamen. Semakin hari semakin matang secara usia dan mentalnya. Namun dia hanya diajarkan satu teknik kuncian oleh gurunya. Maka dia iri akan murid murid lain yang diajarkan banyak Tteknik kuncian untuk menghadapi lawan yang situasional.

Dia selalu minta untuk diajarkan teknik-teknik kuncian yang lain. Namun gurunya selalu hanya mengajarkan teknik kuncian itu dan hanya itu. Guru itu juga berpesan padanya untuk selalu melatih teknik kuncian yang dia ajarkan.
Tibalah pada satu turnamen besar yang anak ini sangat ngotot untuk ikut dan ingin menjadi juara. Pada babak penyisihan dia bertanding…melawan seorang pegulat yang tangguh juga. Mulanya dia ragu akan teknik kuncian yang diajarkan gurunya. Namun karena selama ini hanya itu yang dia kuasai akhirnya dia menggunakan dan mengandalkan teknik kuncian itu. Dalam bertanding dia lakukan…

Theng…ronde dimulai…kedua pegulat saling menjajagi…tak lama musuhnya menyerang dan dia hadapi serta kunci dengan teknik kuncian andalanya…set set dia kunci….tangan lawannya plok-plok…menepuk lantai tanda menyerah. Yeee…dia menang dan berhak ke babak selanjutnya.

Dia senang sekali namun juga ragu, babak selanjutnya tentulah menghadapi lawan yang lebih tangguh lagi, ah nggak mungkin saya menang dengan mengandalkan teknik kuncian yang itu itu saja. Kan semua orang termasuk lawan sudah tahu teknik kuncian yang saya pakai itu, gumamnya dalam hati.

Maka dia bergegas menemui gurunya. Guru…tolong sekarang ajari saya teknik kuncian yang lain. Biar sore dan nanti malam saya latih supaya besok saya menang bertanding di babak selanjutnya.

Guru itu hanya menghela napas panjang dan mengatakan, latih lah terus teknik kuncian yang saya ajarkan dengan lebih baik lebih baik lagi. Tapi Guru..saya hanya menguasai satu teknik kuncian saja…musuh saya kan sudah tahu cara mengalahkan teknik kuncian itu….dia sedikit ngotot dan protes. Guru itu hanya membalas…latihlah dengan tekun dan berlalu pergi…

Dengan rasa kecewa pegulat buntung ini berjalan mencari ruangan yang cukup untuk berlatih. Dengan tekun dan sungguh-sungguh dia melatih lagi teknik kuncian yang itu dan hanya itu.

Keesokan harinya pada saat mulai pertandingan. Benarlah dia menghadapi pegulat yang tangguh-tangguh di babak-babak selanjutnya. Dan dia menang terus dengan teknik kuncian itu. Anehnya meskipun lawanya semakin tangguh dia juga semakin baik dan cepat mengalahkan lawan-lawanya sampai babak semi final. Singkat cerita…dia masuk ke babak final dan lawanya kali ini adalah juara bertahan yang sudah bertahun-tahun menjadi juara gulat top.

Sekali ini Guru harus mau! Mengajarkan teknik yang lain. Ini sudah babak final! Lawan saya orang yang paling tangguh dan pandai menebak teknik kuncian orang lain. Juga pasti mahir mematahkan teknik kuncian saya yang sudah ketahuan saya pergunakan dari awal babak, pertengahan babak sampai kemarin di semi final. Hanya itu saja yang saya andalkan. Saya harus memaksa Guru mau mengajarkan 1 lagi saja teknik kuncian yang lain.

Maka bergegaslah dia menghadap gurunya dan dengan sedikit ngeyel dia minta Gurunya mengajarkan teknik kuncian yang lain. Namun sekali lagi dia kecewa. Gurunya tetap pada pendiriannya dan memintanya menggunakan teknik kuncian itu lagi dalam melawan juara bertahan esok lusanya.

Meskipun kecewa dia tetap tekun melatih diri dan berlatih satu-satunya teknik kuncian yang dia miliki itu.

Tibalah hari H final….dilapangan pertandingan sangatlah ramai..banyak penonton dari kalangan umum dan juga para peserta yang ikut turnamen itu kemaren. Sebagian besar mengelu-elukan juara bertahan. Sebagian besar mendukung juara bertahan. Ini membuat dia grogi juga. Keringatnya lebih cepat mengucur meskipun pertandingan belum mulai.

Wah…bagaimana ini ya! Apa yang harus aku lakukan nanti di atas matras pertandingan? Teknik kuncian apa yang harus saya lakukan untuk menang? Dia memutar otak untuk mengatur strategi pertandingan. Namun kembali lagi hanya satu teknik kuncian yang dia latih dan kuasai. Akhirnya dia pasrah saja dan akan hanya melakukan satu-satunya teknik kuncian dari Gurunya.

Theng….lonceng tanda kedua pegulat harus berhadapan…dan theng-theng-theng…mereka pun mulai bertanding…Dia agak mundur-mundur..sang juara bertahan lebih aktif menyerang. Dia terus mundur-mundur untuk menghindari serangan juara bertahan. Sembari mengatur strategi untuk dapat memegang tangan atau bagian tubuh lawanya dengan tangan kananya. Beberapa kali juara bertahan mampu menangkapnya dan menguncinya namun dia selalu berhasil melepaskan kuncian juara bertahan.

Penonton pun bertepuk tangan riuh dan ramai sekali.

Satu ronde selesai namun belum ada hasil dari kedua belah pihak. Saatnya ronde ke 2. Then-theng—theng…kembali dia menghindar serangan lawan, berhasil. Sesaat kemudian dia kepegang sama juara bertahan dan dikunci habis olehnya! Dia meronta berusaha melepaskan kuncian juara bertahan dan berharsil lepas. Kembali tepuk sorak membahana di area pertandingan.

Kini dia siap-siap berhadapan lagi. Menunggu serangan berikutnya dan berusaha menangkap dan mengunci lawanya gantian dan dia menungu-nunggu dengan seksama supaya bisa menangkap tubuh dan lengan juara bertahan. Dan kesempatan itu pun datang, dia berhasil menangkap tubuh lawan nya dengan tangan kanan dan langsung mengunci lawanya dengan senjata andalan satu-satunya.

Settt…settt settt….beberapa saat dia berhasil mengunci lawanya. Lawan meronta dan berusaha lepas dari kunciannya…..waktu berlalu cukup lama…dan dia terus mengunci lawan yang belum mau menyerah. Kemudian dia ketatkan kunciannya semakin kuat dan ketat. Lawan meronta-ronta…terus meronta sekuat tenaga.

Dia keluarkan upaya dan tenaga terakhirnya menekan dan mengunci sekuat-kuatnya…lawan masih meronta tangan menggapai-gapai ingin menagkap sesuatu namun tidak dapat. Hanya ruang kosong yang tergapai oleh tangan juara bertahan. Dan…plok-plok plok..suara telapak tangan juara bertahan menepok lantai tanda menyerah kalah.

Dan…Yes!!!! Betapa gembiranya dia. Melompat dan berjingkrak setelah menang dan juara turnamen gulat itu.
Selang beberapa waktu dia beranikan diri bertanya pada Gurunya. Mengapa dia hanya diajarkan teknik kuncian itu dan itu saja. Namun gurunya tidak mau memberikan rahasianya. Setiap tahun dalam turnamen dia selalu menang dan menjadi juara bertahan. Selama itu belum pernah ada yang dapat mengalahkannya. Selama ikut turnamen dia selalu menjadi juaranya.

Setiap tahun  dia bertanya kepada Gurunya, mengapa jurus ini sangat ampuh dan belum pernah ada yang bisa mengalahkannya. Kembali lagi Gurunya tidak mau membuka rahasianya. Guru itu hanya bilang suatu hari aku akan berikan rahasianya.

Waktu berlalu dari tahun ketahun sampai dia sudah menyatakan pensiun dan menjadi juara bertahan tak terkalahkan. Gurunya pun sudah sangat tua dan sakit sepuh. Pada saat sebelum meninggal gurunya memberikan wasiat rahasia dalam selembar kertas.

Setelah gurunya meninggal dan menguburkannya, dia kemudian baru berani membuka surat wasiat rahasia Gurunya, yang isinya:

“Musuhmu akan bisa mengunci kamu dengan sempurna jika dia memegang tangan kanan dan kirimu. Jika kamu sampai bisa mengunci musuhmu, siapapun dia tidak akan bisa lepas dari kuncianmu, karena untuk lepas dari kuncianmu, dia harus memegang tangan kirimu. Mereka hanya akan menggapai ruang kosong karena tangan kirimu tidak ada. Tolong jaga rahasia ini”

Nah…Zappos juga hanya fokus satu kunci sebagai keunggulannya. Customer Service.

“We sell shoes but our product is customer service” – Zappos.

Jika Anda pengelola e-commerce atau olshop, satu pertanyaan yang harus Anda jawab. ” Apa yang menjadi jurus kuncian ampuh Anda dalam menghadapi dan memenagkan persaingan dari kompetitor Anda?

Apakah Anda memiliki jurus kuncian ampuh itu?

Foto Kunjungan Ke Markas Zappos, Las Vegas USA. April 2014

Kunci Rahasia Zappos: Bagaimana Menjadi Sulit Ditiru dan Disaingi

Banyak pakar berpendapat bahwa supaya unik dan tidak mudah ditiru oleh pesaing dalam menerapkan  sistem customer service sekaligus mendapatkan repeat order dari customer. Maka hal yang harus dilakukan adalah membuat customer satisfaction. Memusakan pelanggan akan membuat bisnis untung dan disukai pelanggan. Apakah benar demikian? Mungkin iya, namun tahukah Anda ada satu strategi lagi yang level ke-efektifannya lebih tinggi, bahkan paling tinggi saat ini.

Apa itu?

Strategi ini ditemukan oleh seorang pakar Ekonomi dan peraih hadiah nobel yang bernama Daniel Kahneman. Melalui hasil research nya dia berpendapat “Customer Satisfaction memang penting, namun lebih penting lagi ingatan customer (customer memory)”. Jadi menurutnya customer memory yang akan lebih menentukan.

Maksud beliau begini, sering dan banyak pelanggan puas namun setelah beberapa tahun mereka lupa tentang kejadian yang memuaskan mereka. Mungkin ini terjadi juga pada Anda, beberapa tahun yang lalu mungkin Anda puas dengan produk atau layanan toko, hotel atau dimana Anda sebagai pelanggan. Namun saat ini Anda sudah tidak bisa mengingat lagi moment itu, Anda sudah lupa kejadiannya.

Seberapa besarpun kepuasan pelanggan namun jika setelah itu mereka lupa kejadiannya, apakah ada manfaatnya untuk Anda? Jadi lebih penting mana customer sarisfaction saja, atau beserta moment yang tak terlupakan seumur hidup mereka? Tentu customer memory lah yang lebih menentukan dan penting!

Inilah yang diterapkan oleh Zappos yang unik dan sulit ditiru oleh pesaingnya. Mereka menerapkan sistem dimana customer service advisor nya harus bisa menciptakan moment yang pelanggan tidak akan atau sulit terlupakan seumur hidup mereka! Moment inilah yang disebut “Moment Of Truth”

Apa saja contohnya yang dilakukan Zappos?

Seorang Nenek membeli sepatu untuk suaminya, sang Kakek pada hari sepatunya sampai di rumahnya mengalami kecelakaan sehingga kakinya harus di rawat dalam waktu yang lama tidak bisa memakai sepatu. Maka Nenek itu menilpon Customer Service Zappos untuk mengembalikan sepatunya.

“Maaf ya Mbak, saya ingin mengembalikan sepatu yang baru saja saya beli”. Customer Service “ Oh baik Bu, tidak apa-apa, nanti kami akan jemput sepatunya ke alamat yang Ibu berikan…..”. Tanpa menanyakan alasan mengapa sepatu dikembalikan, sesuai janji Zappos (dan tentu refund yang tidak ribet, dibuktikan oleh Zappos dalam setiap pengembalian dengan alasan apapun!). Namun pada umumnya orang yang mengembalikan dengan sendirinya, tanpa diminta memberikan alasan, seperti yang Nenek itu lakukan.

“Maaf bukan nya apa-apa Mbak, sepatu itu saya beli untuk suami saya, namun naas tadi siang suami saya mengalami kecelakaan dan kakinya harus dirawat dalam waktu yang cukup lama, kemungkinan tidak bisa lagi pakai sepati”
Customer Service “Oh maaf ya Bu, Kami ikut prihatin. Kalau boleh tahu dimana beliau dirawat? Di rumah atau rumah sakit?”. Terjadilah dialog yang sangat natural, alamiah seperti teman atau tetangga sedang berbincang. Singkat cerita si Customer Service mengetahui di mana Kakek itu sedang dirawat. Setelah tilpon ditutup. Bergegas dia melakukan apa yang dinamakan “Moment Of Truth”.

Pada waktu Nenek itu tilpon masih berada di rumahnya. Kemuadian dia pergi ke Rumah Sakit tempat suaminya dirawat. Sesampainya di Rumah Sakit,  sudah ada karangan bunga dari Zappos. Yang menyatakan Emphaty. Wow…surprise buat Nenek ini sesuatu yang di luar harapannya.

Tidak hanya di luar harapannya, namun juga sulit dilupakan moment seperti ini. Apakah selanjutnya Nenek ini akan bercerita moment ini ke teman-temannya? Tentu! Ke tetangga nya yang sedang besuk suaminya? Tentu! Kepada anak-cucunya? Tentu saja! Dan juga pada akhirnya moment cerita ini sampai kepada Anda dan ribuan bahkan jutaan orang lainnya. Sehingga semakin banyak yang menedengar Zappos, The Service Company.

Ini adalah strategi marketing yang luar biasa ampuh. Selain efektif juga sangat efisien dan powerful. Inilah stretagi marketing puncak. Yang paling tinggi levelnya. Dampaknya? Banyak pelanggannya yang meminta Zappos untuk membuka Zappos Hospital, Zappos Airline, Zappos Hotel, Zappos Café dan lain-lain. Mereka semua sangat trust kepada Zappos, sehingga apapun bisnis yang akan dilakukan Zappos, mereka bersedia menjadi customernya.

Berapa biaya untuk mengcreate moment of truth ini? Ternyata tidak banyak. Seperti contoh tadi, untuk membeli dan mengirimkan karangan bunga untuk orang sakit mungkin hanya membutuhkan 20-30 US dollar saja. Namun efeknya Anda bisa merasakan dan memvaluasi sendiri.

Apa yang dilakukan Zappos tidak hanya melatih dan mendidik karyawan terutama Customer Servicenya. Namun juga memberikan budget dan authority khusus bagi setiap Customer Service untuk make it happen. Create Moment Of Truth. Make memory yang sulit dilupakan dan terlupakan!

Nah, jika Anda sedang membangun Bisnis E-commerce, Market Place maupun Online Shop, belajarlah kepada Zappos.

GRATIS! Ebook 19 Judul Traffic Booster TANPA Iklan!

YA, Bonus ini milik Anda... Beritahu kami kemana mengirimkannya!

Anda luar biasa. Silakan cek INBOX Anda untuk mendownload ebook gratis ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*